Panyabungan, (beritasumut.com) – Terjun ke dunia politik di tengah apatisnya masyarakat terhadap politik bukanlah perkara gampang. Namun bagi Mahyudin hal itu bukanlah hambatan yang berat untuk maju menjadi calon legislatif pada Pemilu 9 April nanti.Mahyudin maju jadi calon anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Partai Demokrat Nomor Urut 4 Daerah Pemilihan I meliputi Kecamatan Panyabungan, Panyabungan Barat dan Panyabungan Timur.“Saya maju bukan sekadar untuk mencari popularitas dan pelengkap suara. Saya maju jadi caleg dan bertarung pada pesta demokrasi 9 April mendatang. Saya ingin menunjukkan bahwa masih ada caleg yang bisa dipercaya masyarakat untuk membela hak-hak mereka,” sebut Mahyudin di Panyabungan, Selasa (25/3/2014).Mahyudin yang menekuni dunia usaha ini ingin membela hak rakyat khususnya hak pedagang kecil yang saat ini sering dilupakan padahal pedagang kecil membutuhkan pemerintah untuk penambahan modal.Mahyudin menyadari perjuangannya tidak mudah. Banyak aral melintang. Pertama ia berhadapan dengan sistem politik liberal. Sebuah arena tarung bebas antara mereka yang bermodal.Kedua, siapa punya uang, dialah yang menang dan ia berhadapan dengan massa rakyat yang sudah terlanjur apatis terhadap politik dan politisi. Tak jarang, karena dijepit kemiskinan, rakyat berpikir pragmatis.Namun hal itu tidak menjadi hambatan bagi Mahyudin untuk maju sebagai caleg, . Untuk menghilangkan apatis masyarakat soal politik ini, Mahyudin langsung turun ke tengah-tengah masyarakat dengan memberikan pelajaran politik yang benar.Mahyudin yang lahir 23 Mei ini sangat menolak politik uang yang sudah membudidaya di Madina. Untuk menolak politik uang tersebut, Mahyudin langsung mendatangi masyarakat pemilih agar mereka memberikan hak suaranya tanpa dibayar.“Saya berharap masyarakat Daerah Pemilihan I memberikan hak suaranya pada 9 April 2014 mendatang dengan mendatangai TPS yang sudah disiapkan KPU Madina. Saya mohon doa dan dukungan agar saya bisa duduk di DPRD,” harapnya.Terakhir Mahyudin mengimbau masyarakat Dapil I supaya menolak politik uang karena hal itu akan merusak pesta demokarasi. (BS-026)