Kualitas Pendidikan Indonesia Masih Kalah Dibanding Negara Maju

Redaksi - Kamis, 27 Februari 2014 21:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir022014/beritasumut_Pelantikan-PGRI.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis foto bersama dengan Ketua PGRI Medan Ramlan Tarigan serta Pengurus PGRI yang dilantik. (Ist)

Medan, (beritasumut.com) – Peningkatan kualitas guru di negeri ini perlu dilakukan karena hingga saat ini peringkat kualitas pendidikan Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan kualitas pendidikan di negara-negara maju lainnya. Untuk itu perlu kompetensi dan sertifikasi yang mewajibkan guru memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi pendidik, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Hal ini dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan diwakili Sekda Syaiful Bahri Lubis pada pelantikan Pimpinan Cabang dan Pimpinan Raning Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se Kota Medan di Hotel Madani, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (27/2/2014). Hadir pada acara pelantikan Anggota DPD RI Damayanti Lubis, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Mara Sutan Siregar dan undangan lainnya.

Dikatakannya, kita tahu bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan prilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai dan diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesioanalan. Kompetensi meliputi kompetisi pedagogic, kepribadian, sosial dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Sedangkan sertifikasi adalah kualifikasi ekademik yang diperoleh melalui program pendidikan profesi yang diselenggarakan perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi.

Menurutnya, program sertifikasi guru yang ditempuh pemerintah merupakan upaya sungguh-sungguh, tidak saja untuk meningkatkan kualitas para guru akan tetapi juga sekaligus untuk memperbaiki kesejahteraan lebih baik lagi dengan tujuan akhir tercapainya peningkatan kualitas pendidikan nasional kita.

“Saya berharap PGRI Kota Medan serta jajarannya sampai cabang dan ranting yang dilantik pada hari ini dapat merumuskan program terbaiknya dalam mendukung upaya percepatan sertifikasi dan pembinaan profesi guru di Kota Medan,” harap Syaiful.

Sementara Ketua PGRI Kota Medan Ramlan Tarigan usai melantik mengatakan, pelantikan PGRI Cabang dan Ranting ini merupakan pertukaran pengurus. Pertukaran pengurusan ini dilakukan karena ada yang pensiun dan juga ada yang meninggal dunia. Apa yang telah diikrarkan pengurus yang dilantik merupakan janji dan tugas yang tidak bisa dilepas dan PGRI adalah wadah guru untuk menyampaikan aspirasi.

“Saya sebagai Ketua PGRI dan mewakili guru mengakui dalam melaksanakan tugas dan kewajiban mungkin ada kekurangan dan keselahan yang kami lakukan, serta ada keterlambatan, kami mohon maaf dan kedepannya kami berupaya menjadi lebih baik lagi dan kesejahteraan yang ada saat ini perlu ditingkatkan dan jangan dikurangi. Semoga guru kedepannya dapat meningkatkan kinerjanya dan jangan lagi menjadi sorotan masyarakat,” ujar Ramlan. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait