Medan, (beritasumut.com) – Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan T Dzulmi Eldin S menjadi Pembina Upacara Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional dimulainya Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional Tahun 2014 di Lapangan PT Industri Karet Deli, Jalan Yos Sudarso, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (27/2/2014). Upacara diikuti ribuan buruh berbagai perusahaan termasuk buruh PTPN III.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi A Muhaimin Iskandar dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Eldin mengatakan, Peringatan Hari K3 dilaksanakan pada setiap Tanggal 12 Januari. Tahun 2014 merupakan tahun kelima bagi Bangsa Indonesia untuk berjuang, berperan aktif, dan bekerja secara kolektif dalam pencapaian visi K3 Nasional yaitu Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2015.
“Kita ketahui bersama bahwa kondisi global saat ini berpengaruh terhadap stabilitas usaha di Indonesia dan memberikan dampak pada aspek perlindungan ketenagakerjaan. Salah satu tantangan besar yang kita hadapi di sektor ketenagakerjaan pada saat ini adalah kualitas sumber daaya manusia, baik yang akan memasuki dunia kerja, maupun yang telah bekerja di perusahaan. Untuk itu, perlu dijalankan usaha-usaha nyata guna peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik melalui optimalisasi balai latihan kerja maupun kerjasama dengan perguruan tinggi, lembaga diklat swasta atau pusat diklat di perusahaan besar,” ujarnya.
Hal tersebut diharapkan dapat mengantisipasi kecenderungan liberalisasi dan globalisasi yang saat ini sedang berlangsung. Dengan demikian, Indonesia telah siap untuk menghadapai dan mengatasi segala kemungkinan dan tantangan bebas, khususnya di kawasan Negara-negara ASEAN atau ASEAN Free Trade Area (AFTA).
Selanjutnya Muhaimin mengatakan, menjelang tahun terakhir pelaksanaan Bulan K3 Nasional Periode 2010-2014, dalam rangka pencapaian visi K3 Nasional ini masih diliputi keprihatinan dengan masih relatif tingginya keceakaan kerja, antara lain kecelakaan kerja di PT Freeport Indonesia yang menelan korban jiwa, tabrakan kereta api dengan mobil tangki Pertamina, dan masih banyak kasus kecelakaan lainnya.
Salah satu penyebab kejadian ini adalah pelaksanaan dan pengawasan K3 sekaligus perilaku masyarakat industri pada khususnya dan masyarakat pada umumnya belum optimal. Pelaksanaan K3 tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab semua pihak, khususnya masyarakat industri. Dengan demikian, semua pihak terkait berkewajiban untuk berperan aktif.
Sementara itu Eldin berharap untuk optimalisasi pelaksanaan budaya K3 di setiap perusahaan semua potensi bangsa baik organisasi profesi, asosiasi, perguruan tinggi, lembaga-lembaga K3 dan pemerintah berkonsentrasi penuh, kerja lebih baik dan bermanfaat mengarah pada satu tujuan yaitu menciptakan setiap individu bangsa yang diperlukan dan bertindak aman dalam aktivitas. (BS-001)