Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat dan Pemda Dalam Menghadapi Bencana Masih Rendah

Redaksi - Senin, 17 Februari 2014 12:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir022014/beritasumut_Sutopo2.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (Dok)

Medan, (beritasumut.com) – Perkiraan awal jumlah kerugian akibat erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencapai Rp1 triliun.

“Tapi apakah kita sudah siap menghadapi bencana? Belum. Berdasarkan penelitian tentang kesiapsiagaan masyarakat Indonesia menghadapi bencana pada Tahun 2006, 2012 dan 2013 menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan pemda (pemerintah daerah) dalam menghadapi bencana masih rendah,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan pendek, Senin (17/2/2014).

Diakui, terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman bencana. Tetapi belum menjadi perilaku (attidude) dan praktek atau budaya. Di Pemda pun, sebagian besar penanggulangan bencana juga belum banyak menjadi prioritas dalam penanggulangan bencana dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah selama 5 tahunan. 

Akibatnya bencana tidak menjadi roh dalam pembangunan sektor. Apalagi menyangkut peningkatan kapasitas kesiapsiagaan menghadapi bencana. Indikator ini juga tercermin dari alokasi dana untuk penanggulangan bencana yang rata-rata kurang dari 0,5% dari APBD.

Menurut Sutopo, ini adalah tantangan bersama. Bencana menjadi urusan bersama. Pemerintah Pusat dan Pemda menjadi penanggung jawab utama. Pengurangan risiko bencana harus dijadikan prioritas. Harus dilihat sebagai investasi pembangunan. Bencana tidak bisa ditolak tapi risikonya bisa dikurangi.

Di Amerika, 1 US$ untuk kegiatan pengurangan bencana mampu mengurangi kerugian 7 US$. Di Eropa, 1 US$ mengurangi 10-40 US$. Di Indonesia mungkin lebih besar manfaatnya dibandingkan dengan negara lain karena kita punya kapital sosial yang besar di masyarakat, tandas Sutopo. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Erry Ogah Ditanya Soal Surat Teguran BNPB

Berita

Dampak Banjir dan Longsor di Kebumen

Berita

Bupati Purworejo Tetapkan Masa Tanggap Darurat 30 Hari

Berita

Potensi Banjir dan Longsor Tinggi, BNPB Minta BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan

Berita

BNPB Catat 1.053 Bencana Alam Terjadi di Indonesia Selama 2016

Berita

Tanggap Darurat Banjir di Padang Hingga 24 Juni 2016