Bawaslu Sumut: Saatnya Pengawas Beraksi!

Redaksi - Jumat, 14 Februari 2014 21:40 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir022014/beritasumut_Syafrida-Aulia-Herdi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ist
Kiri ke kanan: Herdi Munte, Syafrida R Rasahan dan Aulia Andri.
Medan, (beritasumut.com) – Ketua Badan Pengawas Pemulihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara Syafrida R Rasahan meminta jajaranya bekerja keras dalam pengawasan pemilihan umum (Pemilu). Waktu tersisa 54 hari lagi menjelang hari pemungutan suara pada 9 April 2014."Kita harus kerja keras. Saatnya beraksi dan bukan bicara konsep lagi," kata Syafrida saat membuka Rapat Kerja Pengawas Pemilu se Sumut di Hotel Soechi, Jalan Cirebon, Medan, Kamis (13/2/2014) malam.Didampingi Pimpinan Bawaslu Sumut Bidang Penindakan dan Pelanggaran Herdi Munte dan Pimpinan Bawaslu Sumut Bidang Pengawasan dan Humas Aulia Andri, Syafrida mengatakan seluruh Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten/Kota awas dalam berbagai aktivitas politik di daerah pengawasan masing-masing. Aktivitas yang dilakukan partai politik maupun calon legislatif, calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), juga lembaga-lembaga lain yang melibatkan peserta pemilu."Semakin mendekati hari H, pergerakan politik juga akan semakin meningkat. Awasi! Kalau ditemukan pelanggaran, segera ditindak. Karena masa penanganan pelanggaran itu ada batas waktunya," ungkapnya.Kasubbag Divisi Pengawasan Fahru Roni Hasibuan mengatakan, rapat kerja dilaksanakan selama tiga hari, Jumat hingga Sabtu. Rapat kerja itu, untuk menguatkan kelembagaan pengawas, sehingga pemilu bisa berjalan aman dan menghasilkan pemilu yang berkualitas.Rapat kerja yang diikuti 33 Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) kabupaten/kota se Sumut juga membahas mengenai perekrutan Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu. Program digagas Bawaslu ini untuk meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat.Panwaslu kabupaten/kota juga melaporkan, masyarakat antusias mendaftar sebagai relawan pengawasan pemilu. Sejak diluncurkan ke pubklik awal Februari 2014, ribuan relawan sudah mendaftar dan menyatakan siap mengawasi tahapan pemilu. Kabupaten kota yang telah menyampaikan data relawan diantaranya, Pematang Siantar sebanyak 795 orang, Padang Lawas Utara 132 orang, Kabupaten Karo 483 Mandailing Natal 142, Dairi 186 relawan dan Tanjung Balai 50 orang. "Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah, dan kita berusaha menghimpun sebanyak-banyaknya. Semakin banyak pengawasan masyarakat, akan memperkecil ruang pelanggaran," kata Aulia Andri.Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa relawan berkerja untuk menghimpun data dan melaporkan pelanggaran pemilu yang terjadi di lingkungan masing-masing. Laporan disampaikan kepada pengawas pemilu di jajaran Bawaslu Sumut yakni Panwaslu Kabupaten/Kota, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Petugas Pengawas Lapangan (PPL). (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Bawaslu Sumut Evaluasi Panwas Pilkada 2015

Berita

Bawaslu Sumut Minta KPU Segera Gelar Pilkada Simalungun

Berita

Bawaslu Sumut Laporkan Plh Bupati Simalungun

Berita

Bawaslu Sumut Ragukan Hasil Pemutakhiran Data Pemilih

Berita

Anggota Bawaslu Sumut Aulia Andri Gelar Buka Bersama

Berita

Anggaran 8 Panwas Belum Jelas, Bawaslu Sumut Akan Lapor ke Pusat