Medan, (beritasumut.com) – Komisi D DPRD Kota Medan melakukan kunjungan kerja (Kunker) untuk menyahuti keluhan warga Jalan Asrama Gang Bersama, Linkungan IV, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur, terkait penutupan akses jalan dan penutupan saluran parit oleh pihak pengembang, A Kuang (Sutrisno). Kunker ini terkait pengaduan warga akibat penutupan parit/jalan, sehingga sekitar 50 KK warga mengalami kebanjiran.
Saat kunker yang dipimpin Ketua Komisi D CP Nainggolan bersama anggota komisi Jumadi, Selasa (21/1/2014), langsung mendengar keluhan warga yang beberapa bulan terakhir ini selalu kebanjiran akibat ulah pengembang.
Seperti yang disampaikan Ismail selaku Kepala Lingkungan IV, warganya kebanjiran karena parit tidak berfungsi akibat ditutup A Kuang yang sebelumnya mengalir ke Jalan Krakatau. Bahkan warga kesulitan dan terpaksa keliling akses keluar masuk rumah karena jalan ditutup pihak pengembang.
Setelah meninjau langsung, Ketua Komisi D CP Nainggolan mendesak Khairul Bhakti selaku Lurah Polu Brayan Bengkel Baru agar segera menyikapi keluhan warga dan mencari solusi untuk pembuatan parit dan akses jalan. Kepada Lurah disarankan supaya mempelajari masalah sebenarnya sehingga dapat mengajukan pembuatan parit kepada Pemko Medan.
Bukan itu saja, CP Nainggolan didampingi Jumadi menyarankan pihak kelurahan supaya dapat memfasilitasi antara warga dengan pihak pengembang. Kepada pihak pengembang, CP menekankan supaya lebih memprioritaskan keluhan warga ketimbang bisnis pribadi.
“Kita harapkan pihak pengembang lebih memperhatikan keresahan warga akibat banjir. Pihak pengembang jangan sekedar mementingkan kepentingan pribadi tetapi harus memperhatikan kepentingan umum,” sebut CP dari politisi Golkar ini.
Sementara itu Anggota Komisi D Jumadi mengatakan, keresahan warga akibat penutupan parit oleh Akuang harus disikapi kepling dan lurah setempat. Jika lurah dan kepling merasa tidak mampu mengakomodir masalah warga diharapkan segera melanjutkan ke Pemko Medan.
“Ini masalah serius, menyangkut penyedian lahan parit dan jalan umum,” sebut Jumadi seraya menekankan kepada lurah harus bekerja keras. (BS-001)