Medan, (beritasumut.com) – Calon Presiden 2014 dari Konvensi Rakyat Rizal Ramli menyatakan sebanyak 50 persen rakyat Indonesia doyan partai politik. Nah itu diperebutkan oleh 12 partai politik. Kemungkinan 3 atau 4 partai pada Pileg 2014 tidak lolos. Sedangkan yang 50 persen rakyat Indonesia lainnya kagak doyan partai, sebel lihat tokoh partai digembosin partainya, tidak amanah.
"Dari angka tersebut, kami targetkan mampu mendapat dukungan 50 persennya," kata Rizal Ramli usai mengikuti debat Capres yang diadakan Komite Konvensi Rakyat di Medan International Convention Centre, Medan (19/1/2014).
Kehadiran Komite yang dipelopori Gus Solah, Adnan Buyung Nasution Pendeta Natan Setiabudi, Jaya Suprana, Frans Magnis-Suseno, Ichlasul Amal, Aristides Katoppo, serta Sekretaris Komite, Rommy Fibridan, untuk melihat kemampuan dalam pencapaian visi atau gagasan bukan adu citra.
"Nah seandainya salah satu dari tokoh yang ikut disini bisa meningkatkan elektabilitasnya bukan popularitas sekira 15 hingga 20 persen kami dipercaya partai-partai akhirnya akan memberikan dukungan, karena partaikan ingin menang," ungkapnya.
Rizal Ramli merasa yakin parpol pasti akan mengamati dan mengikuti perkembangan peserta yang ikut pada konvensi rakyat, terlebih lagi apabila nantinya Mahkamah Konstitusi mau mengabulkan permohonan yudisial review yang diajukan oleh Yusril tentunya menurunkan prasyarat calon presiden dari 20 persen menjadi 3,5 persen dan itu sangat bagus karena akan membuka banyak calon presiden dan wakil presiden sehingga masing-masing partai bisa mencalonkan presiden dan wakil presidennya.
Selain itu partai ingin menang tentunya harusnya melihat sosok siapa calonnya, saya berikan contoh mas jokowi berhasil memperoleh 25 persen elektabilitasnya, tentu saja partai berebut, mau dia jadi presiden maupun wakil presiden.
"Jika memiliki elektabilitas tinggi, partai politik akan lebih senang. Partai politik memang mencari capres yang mendapat dukungan masyarakat. Saat ini, bukan mencari kendaraan politik, tapi merebut hati rakyat dulu," katanya.
Begitu pula dengan menjawab sosok presiden yang dimajukan partai atau sosok yang sudah dikenal ini bisa mengurangi dukungan, menjawab itu Rizal Ramli mengatakan semenjak reformasi bergulir sosok yang dikenal atau didukung itu bisa saja berubah.
Dicontohkanya, di Tahun 1999 PDIP memperoleh suara yang cukup besar namun bukan Megawati yang dipilih akan tetapi Gus Dur. Begitu pula sosok SBY yang baru tampil pada April 2004 langsung terpilih menjadi presiden dan yang terakhir nama Jokowi baru muncul di saat penentuan pemilihan calon Gubernur Jakarta.
Maka dirinya sangat optimis mendapatkan dukungan dari rakyat, ungkap Mantan Menteri Perekonomian di era Presiden Gus Dur ini.
Adapun tujuh nama yang ditetapkan sebagai peserta Konvensi Rakyat itu yakni mantan Menkumham Yusril Ihza Mahendra, mantan Menteri Koordinator Perekonomian Rizal Ramli, Bupati Kutai Kertanegara Isran Noor, pengusaha Ricky Sutanto, aktivis Tony Ardie, Sofjan Saury Siregar dan Anni Iwasaki. (BS-021)