Medan, (beritasumut.com) – Puluhan massa AMPI Sub Rayon Kelurahan Sekip dan Satma AMPI UMSU melakukan aksi demo di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Medan di Jalan M Yamin, Medan, Kamis (19/12/2013) siang. Puluhan massa menuntut Kepala Disbudpar Medan mencabut izin Karaoke Jet Plane karena disinyalir sebagai tempat peredaran narkoba dan bisnis prostitusi di bawah umur.
"Kami meminta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mencabut izin Jet Plane. Karena di tempat itu marak peredaran narkoba dan prostitusi di bawah dibawah umur," kata Kordinator Lapangan Ulong Hasibuan dalam orasinya.
Keinginan massa AMPI, ingin bertemu langsung dengan Kadisbudpar Busral Manan dalam menyampaikan tuntutan, akhirnya gagal. Pasalnya, Kadis tidak berada di kantor. Pendemo akhirnya memilih bertahan di halaman kantor, menunggu kehadiran Kadis.
Terkait aksi yang dilakukan, Kadisbudpar Pemko Medan Busral Manan yang dikonfirmasi melelui telepon mengatakan, Disbudpar telah merencakan akan menggelar razia ke tempat hiburan malam tersebut.
Saat didesak kapan razia digelar, Busral enggan menjawabnya.
"Dalam waktu dekatlah, sudah kita rencanakan itu," katanya sembari mengatakan dirinya sedang berada di Kantor DPRD Medan.
Merasa tuntutannya tak digubris, akhirnya massa berunjukrasa di tempat hiburan malam Jet Plane. Massa kembali melakukan orasinya, sembari meneriakkan yel-yel perjuangan.
Sekitar 30 menit berorasi di depan Jet Plane, akhirnya massa diterima Bagian Umum Jet Plane Robert Aritonang. Karena tak menemukan solusi, massa AMPI kemudian membubarkan diri dan mengancam akan menyurati kembali Disbudpar Medan untuk mencabut izin lokasi hiburan Jet Plane.
"Rencananya kasus ini akan kami bawa lagi ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemko Medan. Kita akan minta pihak dinas untuk mencabut izin operasi Jet Plane," ungkap Ketua Rayon AMPI Sekip Rawi Indra didampingi Sekretaris Hendrik P Hutapea. (BS-001)