Medan, (beritasumut.com) – Sejumlah masalah menjadi sorotan tajam Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Medan, dalam paripurna penyampaian pendapat fraksi sekaligus pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan Tahun Anggaran 2014 di Gedung DPRD Medan, Jalan Krakatau, Medan, Rabu (4/12/2013) siang.
Salah satu sorotan yang paling mengemuka adalah tidak adanya perhatian dan pencarian solusi yang dilakukan Pemko Medan dalam permasalahan kemacetan lalulintas di TA 2014.
“Pada tahun 2014 Pemko Medan melalui dinas Perhubungan masih belum memperhatikan serta mencari solusi atas kemacetan lalu lintas di kota Medan. Akibat lemahnya koordinasi dengan Dinas Bina Marga maka selama 4 tahun terakhir anggaran pembangunan jalan hanya berhenti pada tambal sulam saja,” ungkap Ketua Fraksi PKS Salman Alfarisi.
Dikatakan Salman, pertambahan ruas jalan di Kota Medan sangat kecil dan tidak berarti. Sementara laju pertumbuhan kendaraan kota medan diperkiran 10 persen pertahun, sehingga tahun depan diperkirakan empat juta kendaraan akan “membanjiri” jalanan Kota Medan.
“Sekarang saja Kota Medan pada jam-jam tertentu mengalami kemacetan luar biasa, bagaimana pula setahun kedepan jika tidak diantisipasi. Pengalihan atau perubahan arah lalu lintas hanya memindahkan kemacetan ke jalan berikutnya sebagaimana yang terjadi sekarang,” jelasnya.
Oleh karena itu, Fraksi PKS meminta agar pada titik-titik kemacetan di Kota Medan seperti di Stasiun Kereta Api, Jalan Maulana Lubis, Jalan Merak Jingga dan jalan-jalan di depan sekolah harus mendapat perhatian khusus.
Tidak hanya kemacetan, pembangunan fisik seperti jalan dan jembatan dinilai amburadul. Pembangunan infrastuktur berupa jalan, jembatan dan drainase dianggarkan sebesar Rp400 miliar lebih, meskipun telah berkurang, sampai akhir Tahun 2013 Kota Medan masih dihantui banyaknya titik-titik banjir akibat masih kurang baiknya penataan drainase.
“Kami berharap pelaksanaan program pembangunan atau rehabilitasi drainase bisa berjalan per Januari 2014,” ungkapnya.
Kualitas pembangunan jalan juga masih dipertanyakan, tidak sesuai spesifikasinya. Banyak jalan-jalan yang baru satu bulan saja dikerjakan sudah berlobang kembali misalnya di Jalan Karya Budi, Kecamatan Medan Johor, Jalan Mega Kecamatan Medan Sunggal.
“Oleh karena itu, kami meminta saudara Plt Walikota Medan agar mengawasi dengan serius kinerja dari dinas-dinas yang terkait dengan infrastruktur,” ungkapnya.
Struktur APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2014 setelah pembahasan terdiri atas pendapatan sebesar Rp4,31 triliun dan belanja sebesar Rp4,33 triliun serta pembiayaan sebesar Rp27,12 miliar.
FPKS mengharapkan alokasi anggaran tersebut mampu menjawab berbagai persoalan di masyarakat terutama terkait dengan pelayanan dan kesejahteraan rakyat. (BS-001)