Wagub Sumut Fasilitasi Kepulauan Nias Jadi Destinasi Wisata Internasional

Redaksi - Minggu, 10 November 2013 18:51 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir112013/beritasumut_Erry-Nias.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ist
Wagub Sumut Tengku Erry Nuardi berfoto bersama dengan Dubes Republic of Seychelles Mr Nico Barito, Walikota Gunung Sitoli Martinus Lase, Bupati Nias Utara Edward Zega, Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu, Wakil Bupati Nias Barat Hermit Hia, Kepala Dinas Par

Medan, (beritasumut.com) – Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi memasilitasi lima kabupaten/kota di Pulau Nias dalam mengembangkan daerahnya menjadi destinasi wisata internasional di Sumut. Salah satu langkah yang ditempuh untuk merealisasikan harapan tersebut, lima kepala daerah di Nias akan menjalin kerjasama denga Republic Seychelles, negara yang terkenal dalam bidang manajemen kepariwisataan kelas dunia.

 

Gagasan tersebut terungkap dalam pertemuan Wagub Sumut dengan Duta Besar Republic of Seychelles Mr Nico Barito, Walikota Gunung Sitoli Martinus Lase, Bupati Nias Utara Edward Zega, Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu, Wakil Bupati Nias Barat Hermit Hia, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Nias Selatan Fabowosa Laia dan Ketua DPRD Nias HS Hulu.

 

Dalam pertemuan tersebut, Tengku Erry mengimbau Bupati dan Walikota di Pulau Nias untuk saling bersinergi dalam mengembangkan potensi wisata di Pulau Nias. Sebagai langkah awal, lima Kabupaten/Kota di Pulau Nias akan menandatangi kerjasama pengembangan ekowisata dan managemen lingkungan dengan Republic of Seychelles.

 

“Saya berharap Pulau Nias menjadi salah satu destinasi wisata bertaraf internasional di Sumatera Utara. Peluang merelalisasikan impian ini terbuka luas, karena Pulau Nias memiliki potensi yang tidak kalah dengan kepulauan Syechelles yang sangat maju dalam bidang pariwisata,” harap Erry.

 

Erry berpesan, tiap kabupaten/kota di Pulau Nias menekan ego masing-masing daerah demi tujuan bersama menjadikan Pulau Nias destinasi wisata kelas dunia.

 

“Republic Seychelles bersedia membantu Kabupaten dan Kota di Pulau Nias untuk memajukan daerah wisata yang selama ini belum tersentuh secara professional. Mari manfaatkan kesempatan dan peluang ini,” ajak Erry.

 

Sementara Dubes Republic of Seychelles untuk Indonesia, Nico Barito menyatakan rasa senangnya bisa membantu dan bekerjasama dengan Sumut, terutama mengembangkan industry kepariwisataan di Nias.

 

“Geografis Nias dengan Kepulauan Seychelles tidak jauh berbeda. Metode dan pola yang ada di Seychelles bisa diterapkan di Nias. Tetapi Bupati dan Walikota di Pulau Nias punya komitmen bersama mengembangkan bisnis wisata bertaraf internsional,” ujar Nico.

 

Lebih lanjut Nico mengatakan, salah satu rumus sukses Republic of Seychelles dalam mengemas daerahnya menjadi destinasi wisata internasional adalah tingkat kesadaran masyarakatnya tinggi dan pemerintah setempat memiliki program jelas dalam bidang kepariwisataan. 

“Pemerintah mengatur master pland pengembangan wisata secara tegas dan jelas. Kemudian menentukan pangsa pasar tersendiri sesuai target dan dapat merancang negara mana yang akan dirangsang untuk datang,” jelas Niko.

Pemerintah Republic of Seychelles juga menutup kemungkinan terjadinya spekulasi izin lokasi wisata oleh warga lokal maupun pemodal asing yang ingin membangun usaha wisata. Jika tidak sesuai dengan masterpland, pemerintah Republic of Seychelles secara tegas menolak pembangunan lokasi wisata baru tertentu.

 

“Tetapi kalau usaha wisatanya dinilai dapat menambah tingkat kunjungan, pemerintah akan menggratiskan tanah dan lokasi usaha wisata. Pemerintah Republic of Seychelles meyakini, usaha yang baik akan merangsang wisatawan datang ke Seychelles,” papar Nico.

 

Pemegang kebijakan di Pulau Nias juga bisa mengadopsi hal tersebut dalam mengembangkan wisata di daerahnya. Bahkan Nias berpotensi lebih maju dibanding Seychelles jika mampu melakukan inovasi bidang kepariwisataan.

 

Secara geografis, kabupaten/kota di Pulau Nias berpotensi menarik wisatawan dari India dan Singapura bahkan menjadi target pasar. Khusus untuk pangsa pasar wisatawan Jepang, Nias sangat memungkinkan mengembangkan wilayah tertentu yang diperuntukkan bagi pensiunan kaya, pensiunan banker dan orangkaya asal Jepang yang ingin menikmati masa tua.

 

“Bahkan tidak tertutup kemungkinan Nias menyiapkan lokasi wisata khusus tempat istirahat bagi mereka yang menjalani masa penyembuhan. Ini menarik dan saya yakin pasti punya pangsa pasar tersendiri,” saran Noco.

 

Tetapi Nico berpesan, pengelolaan dan managemen kepariwisataan di Pulau Nias harus memiliki target jelas, tidak menggabungkan pelayanan wisata kelas bawah dan kelas atas di satu tempat. Pengelolaan yang cerdas akan mampu menjual pelayanan wisata dengan harga mahal, tetapi biaya operasional rendah, bukan sebaliknya. 

“Saya melihat Nias punya potensi unik tersendiri. Misalnya dengan mengembangkan kelapa organik yang citarasanya berbeda dank has Nias. Jangan sia-siakan potensi ini. Saya juga mendengar ada kelapa yang airnya sangat manis, yang hanya ada di Nias. Ini bagus dikembangkan untuk menarik wisatawan. Tetapi semuanya akan terwujud jika tiap kabupaten dan kota punya konsepm terpadu,” sebut Nico.

Walikota Gunung Sitoli Martinus Lase mengatakan, pihaknya akan menjadikan bidang kepariwisataan menjadi program unggulan di daerahnya. Langkah awal yang akan ditempuh adalah dengan menyiapkan akses jalan yang menghubungkan satu daerah ke daerah lain di wilayah Gunung Sitoli. Selain itu, Pemerintah Kota Gunung Sitoli juga akan mekakukan normalisasi sungai dengan memindahkan rumah dipinggir sungai ke lokasi yang jauh lebih layak. Selanjutnya Daerah Alisan Sungai (DAS) akan dijadikan ruang hijau terbuka.

 

“Tetapi kami menyadari belum memiliki SDM unggul yang dapat memoles lokasi wisata menjadi bertaraf internasional. Adanya kerjasama dengan Republik Seychelles, kami optimis dapat mengembangkan wisata di Nias,” sebut Martinus.

Martinus juga menyatakan kesiapannya membangun hubungan lebih erat dengan 4 Bupati di Pulau Nias dalam mengembangkan Nias menjadi destinasi bertaraf internasional.

“Saya yakin kalau seluruh Kepala Daerah bersatu padu dengan visi dan misi yang sama, Nias Nias akan mampu melakukan percepatan bidang kepariwisataan. Nias jaga sangat berharap dan menyambut baik jika Republik Seychelles berkenan mendatangkan tenaga ahli bidang pariwisata untuk berbagi pengalaman,” tambah Martinus.

 

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Nias Utara Edward Zega mengatakan, wilayahnya memiliki sejumlah lokasi wisata unik dan memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah Pantai Berbisik yang memiliki pasir unik yang berbunyi usai diinjak. Selain mengeluarkan bunyi khusus, pasir pantainya juga memiliki warna khusus, diantaranya kuning, putih dan hijau. 

Nias Utara juga punya keunikan wisata Batu Bertelur yaitu sebuah batu berukuran lebih kurang 5 meter dengan tinggi 3 meter yang mengeluarkan batu kecil berbentuk oval. Batu kecil tersebut akan membesar seiring waktu.

 

”Lokasi Batu Bertelur ini juga belum dikelola secara professional. Pengunjung yang datang sebagian besar dari wisatawan lokal saja. Saya berharap Batu Bertelur bisa mendunia,” harap Edward.

 

Tidak hanya itu. Nias selatan juga memiliki mata air yang airnya dapat diminum langsung tanpa perlu dimasak lebih dahulu. Potensi ini telah dilirik sejumlah investor dan pemodal asing.

 

Sedangkan Ketua DPRD Gunung Sitoli HS Hulu menyebutkan, akan melakukan pertemuan dengan Forum Kepala Daerah di Pulau Nias untuk menindasklanjuti gagasan Pulau Nias menjadi destinasi wisata bertaraf internsional. Dalam pertemuan nantinya, Kepala Daerah akan melakukan tabulasi daerah wisata di wilayahnya masing-masing yang berpotensi menjadi lokasi wisata unggulan.

“Kepulauan Nias memiliki 115 pulau kecil di Nias Selatan saja. Sebagian dihuni warga, sisanya belum berpenghuni. Semua indah tetapi belum mendapat sentuhan. Beberapa pulau bahkan telah diincar oleh pemodal dari mancanegara. Ini tidak boleh dibiarkan sia-sia. Kepala Daerah di Pulau Nias akan bersatu untuk mengembangkan wisata,” ujarnya.

Hulu juga mengatakan, pihaknya akan mendorong kepala daerah untuk merangkul pihak ketiga menyediakan sarana dan prasana sebagai pendukung mendatangkan wisatawan mancanegara. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan maskapai penerbangan perintis yang dapat menghubungkan satu pulau dengan pulau lain di Kepulauan Nias. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Wakil MPR-RI Osman Sapta:Tugas Berat Erry Lanjutkan Perjuangan Kakaknya

Berita

Pangdam I/BB: Forkompimda Siap Dukung Erry Majukan Sumut

Berita

Erry Nuradi:Tolong Ingatkan Saya Jika Ada Hal yang Tak Benar

Berita

Erry Nuradi Gelar Syukuran di Rumah Dinas Gubsu

Berita

Erry Harus Prioritaskan Pelayanan Publik di Sumut

Berita

Pasca Dilantik, Erry Jangan Mau Disandera Kepentingan Elit-elit Tertentu