Medan, (beritasumut.com) – Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran wabah Deman Berdarah Dangue (DBD), dua calon legislatif (caleg) dari PKP Indonesia menggelar fogging di kawasan padat penduduk di Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Ahad (6/10/2013) lalu.
Keduanya yakni Ir Robert Hutabarat Caleg DPRD Sumut Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut I dan Sabaruddin SE Caleg DPRD Medan Dapil Medan I. Pemoggingan atas kerjasama dengan tokoh masyarakat setempat, T Pardede dan tokoh pemuda N Napitupulu.
Pemoggingan tidak hanya di lingkungan tempat tinggal warga, tetapi juga meliputi kawasan pasar tradisional Pajak Malpinas untuk membunuh jentik nyamuk yang hidup di parit dan selokan.
Semula direncanakan untuk 100 rumah, namun akibat tingginya permintaan masyarakat, pemoggingan juga dilakukan hingga ke perumahan warga di kawasan Perumnas Mandala.
Caleg DPRD Sumut Ir Robert Hutabarat di Medan, Senin (14/10/2013) mengatakan, pemoggingan dilakukan atas permintaan masyarakat yang cemas atas ancaman deman berdarah.
"Lebih baik mencegah daripada mengobati. Sebelum menjadi wabah yang bisa mengancam keselamatan warga, lebih baik dilakukan antisipasi dini dengan pemogingan," ujar Robert.
Robert juga mengatakan, warga yang telah mendapat pemoggingan juga dibekali bubuk Abate untuk membunuh jentik nyamuk Aides Aigepty yang ada di bak mandi, sumur, selokan, parit dan air tergenang di lingkungan rumah warga.
"Pencegahan DBD baiknya dilakukan secara rutin karena masa reproduksi nyamuk pembawa wabah DBD berkembang hanya dalam hitungan minggu,” jelas Robert.
Sementara Caleg DPRD Medan Dapil Medan I Sabaruddin SE mengatakan, peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah ancaman demam berdarah dengan membersihkan lingkungan masing-masing.
"Pemoggingan hanya salah satu langkah pencegahan, tetapi lebih efekif jika masyarakat membersihkan lingkungannya agar nyamuk Aides Aigepty tidak bertelur di air yang menggenang," sebut Sabaruddin.
Sabaruddin juga mengajak masyarakat untuk peduli dengan kebersihan lingkungan masing-masing.
"Bersihkan lingkungan rumah masing-masing, bila ada wadah tidak terpakai yang dapat menampung air, sebaiknya ditanam saja," imbau Sabaruddin. (BS-001)