Jika Listrik di Sumut Tetap Mati, DPR RI Stop Anggaran PLN

Redaksi - Minggu, 06 Oktober 2013 16:24 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir102013/beritasumut_Sutan-Bantu-Korban-Kebakaran.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ist

Medan, (beritasumut.com) – Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bathoegana berjanji krisis listrik yang terjadi di Sumatera Utara akan menjadi skala prioritas di komisinya, meskipun Provinsi Riau dan Kalimantan Timur juga mengalami persoalan serupa. Karena saat ini, krisis listrik di Sumut sudah sangat mengkhawatirkan.

"Meski Riau dan Kaltim mengalami persoalan yang sama, Komisi VII DPR RI akan lebih mengutamakan Provinsi Sumut. Mengingat kondisinya sudah sangat parah dan masuk ke dalam kategori mengkhawatirkan," ucap Sutan Bathoegana didampingi Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan Drs Herri Zulkarnain MSi kepada wartawan saat mengunjungi korban kebakaran di Jalan Karya Dame, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Jumat (4/10/2013) malam.

Politisi senior Partai Demokrat ini menuturkan, kekurangan pasokan listrik ini merupakan bentuk kegagalan dan kinerja buruk PT PLN, yang tidak menyelesaikan pembangkitnya secara tepat waktu. Diperparah lagi dengan kondisi rusaknya pembangkit yang ada pada saat ini.

"Itulah yang jadi masalah. Kita sudah minta suplai dari Inalum, sementara Inalum sendiri lagi dalam masa perbaikan. Jadi lengkaplah penderitaan kita di Sumut ini," tuturnya. 

Untuk itu, kata Sutan, selama masa perbaikan ini, DPR RI menyarankan kepada PT PLN Wilayah Sumbagut untuk berusaha menyewa generator dari pihak manapun, agar Sumut tetap terang dan listrik kembali normal seperti biasanya. "Makanya kita minta mereka (PT PLN) selama masa perbaikan ini untuk menyewa generator dari manapun, supaya Sumut kembali terang, normal seperti sediakala," tegasnya. 

Dijelaskan, kondisi seperti ini terjadi berlarut-larut, dikarenakan dulunya proses yang dilakukan dapat langsung menentukan siapa pihak ketiga yang mampu membantu persoalan ini. Namun sekarang sudah ditenderkan. Sehingga prosesnya menjadi lama. Makanya PT PLN mengklaim pada pertengahan November krisis listrik dapat ditanggulangi. 

"Nah, jika PT PLN main tunjuk-tunjuk langsung, ya begitulah kejadiannya sekarang, banyak yang ramai masuk penjara. Ditambah lagi mark up pula mereka. Jadi sekarang tidak berani seperti itu. Mau dipaksakan cepat juga susah, tapi kalau lambat rakyat semakin menderita," bebernya. 

Politisi senayan yang terpilih dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut I ini menegaskan, dalam hal ini tidak perlu lagi PT PLN diberikan imbauan, karena seharusnya sifatnya sudah berupa instruksi langsung dari DPR RI. "Saya sudah katakan pada PLN, mau untung ataupun buntung, kami (DPR) tak ada urusan. Yang penting listrik di Sumut tetap hidup. Itu saja yang saya bilang. Kalau tidak, dana mereka kami stop" tegasnya.

Sutan bilang, saat ini pihak PLN tengah bekerja keras menutupi defisit 400 MV untuk kebutuhan listrik di Sumut. "Makanya generator datangnya bertahap, dari Singapura dan Malaysia untuk mangatasi kekurangan 400 MV. Mereka (PLN) sedang bekerja keras sekarang ini untuk Sumut," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan Herri Zulkarnain, mengatakan akan mendukung langkah yang dilakukan DPR RI terkait krisis listrik yang terjadi di Sumut. " Kalau bisa secepatnya dicari solusi agar Sumut kembali normal dalam urusan pasokan listrik," kata Herri.

Menurut dia, sudah banyak kerugian yang dialami masyarakat Sumut, khususnya Kota Medan, akibat pemadaman rutin yang dilakukan PT PLN. Oleh karenanya, dia berharap ke depan guna mencegah kerugian bahkan korban yang lebih banyak lagi, sekiranya DPR RI dapat segera menemukan formulasi yang tepat mengatasi persoalan ini.

"Tentunya warga Sumut berharap agar persoalan ini tidak semakin berlarut-larut. Karena kita khawatir akan semakin banyak pula kerugian yang dialami, apalagi sudah adanya korban jiwa akibat pemadaman melalui korsleting listrik. Warga Sumut sudah cukup menderita karena masalah ini," ungkap anggota Komisi C DPRD Medan itu.  

Dalam kesempatan itu, Sutan dan Herri beserta rombongan memberikan bantuan kepada keluarga korban kebakaran. Didampingi kepling, camat dan lurah setempat, kedua politisi Demokrat itu menyalami satu persatu korban kebakaran di dalam salah satu rumah warga di depan lokasi kebakaran. 

Keluarga korban kebakaran merasa bahagia dan terharu karena rombongan Sutan Bhatoegana merupakan orang pertama yang memberikan bantuan langsung pascakebakaran yang terjadi Jumat (4/10/2013) sekira pukul 06.00 WIB itu. (BS-001) 


Tag:

Berita Terkait

Berita

Jamin Pasokan Listrik Anti Padam, Premium Office Tower Podomoro City Deli Medan Hadirkan Solusinya

Berita

Tak Ada Pemberitahuan, Listrik Padam 3 Jam saat Warga Tertidur

Berita

Resmikan SPKLU Pematangsiantar, Walikota Berharap jadi Solusi Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik

Berita

Diskon Tidak Diperpanjang, Ini Tarif Listrik Maret 2025

Berita

Wakil Walikota Medan Gunakan Bus Listrik Berangkat ke Kantor

Berita

Mau Garap Proyek Listrik 10 Gigawatt, Abu Dhabi Kepincut Danantara