Panyabungan, (beritasumut.com) – Kinerja Pelaksana Tugas Kadis Pekerjaan Umum Kabupaten Mandailing Natal (Plt Kadis PU Madina) Arfan Harapan Siregar MT dipertanyakan mengingat masih banyaknya tugas yang belum diselesaikannya di Dinas Pertambangan dan Energi.
Hal itu disampaikan Ketua Umum BEM BLU STAIM Madina M Ikhsan Matondang di Panyabungan, Senin (30/9/2013).
Dikatakannya, salah satu penilaian kinerja seorang kepala di instansi pemerintah adalah prestasi kerjanya. Hal ini diatur dalam PP 10 Tahun 1979 melalui Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan atau DP3. Itu merupakan salah satu tolak ukur apakah seseorang itu layak berada di pucuk kepemimpinan dalam suatu instansi.
Terkait hal ini, pengangkatan Plt Kadis PU nilai kurang tepat dan kinerjanya diragukan, karena kinerjanya selama memimpin Dinas Pertambangan dan Energi Madina dianggap mandul alias gagal sebab masih banyak persoalan di Dispertamben yang belum terselesaikán sampai saat ini.
Seperti persoalan pêrizinan pengelolaan SDA seperti perizinan Galian C di Madina. Belum lagi persoalan PT IM3, persoalan PT Mas Mining, pertambangan rakyat yang penuh konflik di kalangan masyarakat Madina, dan menjadi bumerang timbulnya kesenjangan sosial masyarakat madina.
Untuk itu perlu jadi bahan pertimbangan bagi Wakil Bupati Madina selaku pengemban pucuk pimpinan di Pemkab Madina saat ini untuk mengkroscek kembali pengangkatan Plt Kadis PU Madina karena dikhawatirkan tidak bisa melaksanakan tupoksinya dengan baik. Bisa jadi jalannya pembangunan di Madina termasuk pembangunan infrastruktur akan terbengkalai dan penuh dengan permasalahan dikarenakan Plt Kadis PU Madina tidak bisa fokus terhadap satu tugas yang diemban.
“Kita juga mengkhawatirkan proses tender yang sedang berlangsung di Dinas PU Madina, karena beliau itu tidak fokus untuk PU saja. Informasi yang kami peroleh, Plt Kadis PU bisa dikendalikan orang luar yang tidak berada di Dinas PU. Hal-hal yang seperti inilah yang nanti akan merusak pembangunan di Madina,” tandasnya. (BS-026)