Sailing Pass dan Heli Water Jump Meriahkan Puncak Acara Sail Komodo 2013

Redaksi - Sabtu, 14 September 2013 15:43 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir092013/beritasumut_Sailing-Pass-dan-Heli-Water-Jump.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Satgaspen Sail Komodo

Medan, (beritasumut.com) – Sedikitnya 26 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) terlibat dalam parade dan Sailing Pass, serta atraksi Helly Water Jump oleh para prajurit TNI Angkatan Laut dari satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) memeriahkan puncak acara Sail Komodo 2013 di Pantai Pede, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (14/9/2013). 

 

Acara disaksikan langsung Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo, tiga Kepala Staf Angkatan termasuk Kasal Laksamana TNI Dr Marsetio, Gubernur NTT Frans Lebu Raya beserta jajaran FKPD NTT, para Ketua Adat, Tokoh Masyarakat Labuan Bajo, dan para undangan lainnya.

 

Selain parade dan Sailing Pass kapal perang jajaran TNI AL, puncak acara juga dimeriahkan atraksi terjun payung Free Fall dari 14 peterjun Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang mendarat di titik droping zone ukuran dua kali dua meter yang berada di bibir pantai Pede.

 

Yang menarik perhatian para undangan adalah dua penerjun terakhir yang membawa banner Sail Komodo 2013 dan bendera Merah Putih. Keempat belas penerjun pun dapat mendarat dengan tepat dititik droping zone yang telah ditentukan.

 

Sail Komodo 2013 merupakan even internasional yang mempunyai tujuan  untuk meningkatkan perekonomian daerah terutama melalui sektor pariwisata bahari. Event ini menjadi momentum untuk memajukan wisata bahari di tanah air menjadi destinasi utama wisata dunia dengan mengangkat tema, "Sail Komodo 2013: Jembatan Emas Menuju NusaTenggara Timur menjadi Destinasi Utama Pariwisata Dunia”. Ini juga komitmen pemerintah untuk menjadikan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu destinasi utama wisata dunia. Even internasional ini dimulai dengan penyelenggaraan Sail Bunaken 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi-Belitong 2011 dan Sail Morotai 2012. 

 

Acara dimulai dengan penekanan tombol sirine oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi  Menkokesra HR Agung Laksono dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Soetardjo, sebagai tanda puncak acara Sail Komodo 2013 yang kemudian dibarengi oleh stand gauk seluruh unsur parade kapal. 

 

Pada kesempatan tersebut, para undangan disuguhi pertunjukan seni budaya dari Manggarai Barat mengenai Legenda Komodo yang berada di bawah binaan Direktorat Kebudayaan dan Perfilman Kemendikbud serta Parade Pesona Seni dan Budaya Flobamora (Flores, Sumba, Timor, dan Alor) yang dipersembahkan oleh Sanggar Ivan Nestor.

 

Acara yang dihadiri 3.600 undangan tersebut, juga disuguhi formasi Sailing Pass KRI dan Parade KRI, atraksi Helly Water Jump dari Helly HU 415 dan HU 419 dari Skuadron Udara 400 Puspenerbal dengan membawa Pasukan Katak di ketinggian 21 feet dengan kecepatan 15 knots. 

 

Setelah atraksi terjun payung yang dilakukan oleh prajurit Marinir TNI AL dilanjutkan dengan Yacht Rally yang diikuti peserta dari 20 negara sahabat, kegiatan diakhiri dengan aktraksi Paramotor Aero Sport.

 

Selain kapal dari TNI AL, dua kapal perang asing turut serta memeriahkan acara puncak hajat tahunan tersebut, yakni satu unit Kapal dari Republic Of Singapore Navy (RSN) jenis Landing Platform Dock (LPD) yang bernama RSNEndevour-210,  dan satu unit kapal perang rumah sakit milik Angkatan Laut China yang diberi nama People Liberation Army Navy (PLA-Navy).   

 

Pada parade kapal dan Sailing Pass tersebut diikuti pula beberapa kapal-kapaldari Hubla, Lipi, Polair KKP, Kemhut, dan Kemenlu.

 

Penyelenggaraan even internasional Sail Komodo 2013 dilakukan oleh pemerintah dalam rangka pelaksanaan pembangunan serta kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. Kegiatan Sail ini dapat dijadikan model percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah terpencil. Selain itu, kegiatan Sail Komodo 2013 ini sangat efektif untuk mempromosikan wilayah NTT dan sekitarnya sebagai tujuan wisata nasional dan internasional, apalagi Taman Nasional Komodo merupakan salah satu situs warisan dunia dunia yang  telah ditetapkan UNESCO pada 19 Desember 1991.

Melalui even sail ini dapat dijadikan media untuk mengukuhkan kembali kejayaan bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Satgas LNRPB Sail Komodo 2013 Tiba di Jakarta

Berita

Dansatgaspen Sail Komodo 2013 Bagikan Buku Bacaan

Berita

Menko Kesra Lepas 4 Kapal Perang Untuk Sail Komodo 2013