Medan, (beritasumut.com) – Wakil Gubernur Sumatera Utara Ir H Tengku Erry Nuradi MSi menilai Sumatera Utara (Sumut) dan Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki banyak kesamaan. Tidak hanya itu, Sumut juga memiliki ikatan emosional dengan masyarakat Sulsel dimana Sultan Deli dari Kesultanan Deli yang bertahta di Istana Maimun Medan, kini menetap di Makassar.
Hal itu dikatakan Wagub ketika menghadiri pelantikan kepengurusan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Sumut di Aula Kantor Pelindo I, Jalan Krakatau Ujung, Medan, Sabtu (7/9/2013). Hadir sejumlah warga Sulsel yang kini menduduki jabatan penting di Sumut.
Dalam kesempatan tersebut, Tengku Erry juga mengatakan, warga Sumut tidak hanya memiliki ikatan emosional dengan warga Sulsel, namun keduanya juga punya kesamaan dalam semangat dan etos keras dalam memajukan bangsa.
"Dengan demikian otomatis kedua provinsi ini memiliki ikatan emosional," ujar Wagub.
Lebih lanjut Erry mengatakan, atas kesamaan dan ikatan emosional itu, Pemerintah Provinsi Sumut berharap dapat merangkul warga asal Sulsel di Sumut yang berjumlah mencapai 10.000 jiwa untuk terlibat aktif dalam program pembangunan di Sumut.
“Sejauh pantauan saya, warga asal Sulsel yang terdiri dari tiga etnis yaitu Bugis, Toraja dan Makassar, tersebar di sejumlah daerah di Sumut. Sebagian besar mendiamin kawasan pesisir seperti Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Belawan, Sialang Buah dan Tanjung Balai,” sebut Erry.
Erry juga mengatakan, tidak sedikit warga Sulsel yang menjadi tokoh dan pejabat di Sumut diantaranya Kapolres Tebing Tinggi, Kapolres Sergai, mantan Dirut Pelindo I Belawan bahkan beberapa pejabat di Pemprov Sumut.
“Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Mari warga Sulsel yang ada di Sumut untuk terlibat aktif membangun Sumut. Begitu juga warga Sumut yang menetap di Sulsel, teruslah berkreasi dalam memajukan Sulsel. Sumut dan Sulsel adalah Indonesia yang harus terus maju demi memenangkan persaingan global saat ini,” ajak Erry.
Erry meyakini, keberagaman suka, etnis dan ras di Sumut akan memberikan dampak positif dalam pembangunan. Kian banyak ragam suku dan etnis akan memudahkan perputaran roda pembangunan karena adanya semangat kompetisi.
"Persaingan sehat itulah yang menjadikan masyarakatnya berlomba dan berdampak pada kemajuan di masyarakat itu sendiri,” sebut Erry.
Ada beberapa kesamaan karakteristik suku di Sumut dan Sulsel yaitu memiliki semangat kerja keras. Semangat itulah yang menurutnya satu modal berharga sehingga dimanapun berada warga Sumut dan Sulsel aktif dan menjadi penggerak di masyarakat. Maka dari itu Wagub berharap dengan kepengurusan yang ada, dapat dirasakan manfaatnya bagi keluarga Sulsel dan dapat memberikan kontribusinya bagi Sumut.
Sementara, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Sumut Daeng Malewa memberikan apresiasi atas pemerimaan warga Sumut atas kehadiran warga Sulsel di Sumut.
“Kami bahagia dan suatu kehormatan tersendiri karena kami diterima menjadi bagian masyarakat Sumut. Untuk itu, kami berkomitmen mendukung program pembangunan di Sumut,” sebut Daeng. (BS-001)