Medan, (beritasumut.com) – Mantan Menteri Kehakiman Yusril Ihza Mahendra menolak ikut Konvensi Calon Presiden (Capres) dari Partai Demokrat. Yusril keberatan dengan persyaratan yang ditetapkan partai berlambang bintang mercy itu.
Kepada wartawan di Medan, Kamis (29/8/2013) Yusri menjelaskan, beberapa bulan lalu sewaktu bertemu Susilo Bambang Yudhoyono, Yusril ditawari ikut konvensi. Namun pada akhirnya Yusril menolak ikut konvensi setelah ada syarat-syarat yang ditetapkan Partai Demokrat.
Pertama, Yusril harus nonaktif dari PBB. Kemudian, seandainya terpilih menjadi capres maka Yusril harus mengundurkan diri dan menjadi kader Partai Demokrat.
Bagi Yusril itu sangat berat. Pada akhirnya Yusril menyatakan tidak bersedia ikut dan saya berterima kasih sudah ditawari.
Masih menurut Yusril, persyaratan bagi peserta konvensi itu memberatkan tokoh-tokoh lintas partai. Hal itu yang menyebabkan tidak banyak elite partai lain yang ikut dalam Konvensi Capres Partai Demokrat.
Yusril juga mengaku sudah menyarankan agar Partai Demokrat mengubah persyaratan peserta konvensi, menjadi tidak harus nonaktif dan tidak harus menjadi kader partai. Sebab, yang dicari adalah calon presiden atau seorang negarawan dan bukan mencari calon kader.
Kalau Partai Demokrat mencari kader, sudah ada 2 kader PBB yang pindah ke partai yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono itu yakni Amir Syamsudin dan Saan Mustofa.
Yusril bahkan sempat berkelakar ketika disinggung Partai Demokrat menginginkan "bos" dari PBB yang jadi anggotanya.
"Kader sudah kami kasih. Kalau minta bosnya, boleh. Kalau saya harus pindah ke Partai Demokrat saya tidak mau jadi kader biasa. Kecuali saya jadi ketua majelis tinggi akan saya pertimbangkan," ucapnya sambil tertawa.
Meski menolak ikut Konvensi Capres Partai Demokrat, Yusril menyatakan tetap berkesempatan maju pada pilpres dengan catatan PBB mendapat kepercayaan rakyat pada Pemilu 2014.
"Konvensi itu kan hanya untuk menjaring capres dari Partai Demokrat. Belum tentu juga Partai Demokrat punya suara yang cukup untuk mengajukan capres. Kalau nanti PBB dipercaya rakyat, saya maju," tandasnya. (BS-001)