Panyabungan, (beritasumut.com) – Mahasiwa yang tergabung dalam Majelis Mahasiswa Muslim Mandailing Natal (M Four) melakukan aksi demo di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Madina, Komplek Perkantoran Payaloting, Payabungan, Rabu (28/8/2013). Pendemo menuntut Plt Kadis Kesehatan Ismail Lubis mundur karena diduga terlibat korupsi.Unjukrasa puluhan mahasiswa M Four yang dimulai pukul 10.30 WIB menuntut Plt Kadis Kesehatan mundur dari jabatannya karena banyaknya permasalahan dari dugaan korupsi Alkes Tahun 2008 hingga pemotongan Jampersal setelah Ismail Lubis menjabat yang diindikasikan banyaknya bidan yang mengeluh.Dalam orasinya, koordinator aksi menegaskan, M Four menolak Ismail sebagai Plt Kadis Kesehatan karena dalam pengamatan demonstran Ismail tidak kredibel untuk jabatan tersebut serta akan mencederai visi misi Bupati Madina yang ingin menciptakan Madina yang bermartabat dan bersih dari korupsi. Hal ini diindikasikan adanya dugaan korupsi Alkes 2008 yang diduga melibatkan Ismail Lubis dan dugaan pemotongan Jampersal.Disambung orator lainnya, demi menjaga marwah Madina, pengunjukrasa meminta Bupati Madina memberhentikan Plt Kadis Kesehatan karena dinilai sebagai pejabat bermasalah, tidak kredibel, tidak komunikatif serta arogan sehingga tidak pantas memimpin Dinas Kesehatan Madina. Kemudian penegak hukum baik Polres Madina maupun Kejaksaan Negeri Panyabungan agar memeriksa Plt Kadis Kesehatan Ismail Lubis.Merasa kesal karena Plt Kadis Kesehatan Madina tidak berada di kantor, para mahasiswa memaksa masuk ke dalam kantor sehingga sempat terjadi dorong-dorongan dengan aparat kepolisian. Namun setelah dinegeosiasikan perwakilan beberapa pendemo akhirnya masuk ke dalam melihat apa betul kadis tidak ada.Setelah itu pendemo melakukan penyegelan ruangan Plt Kadis Kesehatan karena tidak berada di tempat. Meraka menyampaikan kalau segel tersebut dicopot berarti di Dinkes ini semua orang munafik. “Kami dari mahasiwa akan terus melakukan penolakan terhadap Plt Kadis Kesehatan karena tidak becus memimpin Dinas Kesehatan,” tegas pendemo. (BS-026)