Panyabungan, (beritasumut.com) – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muslim Madina (IM3) kembali melakukan aksi demo ke Kantor KPU Mandailing Natal (Madina) di Keluarahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan, Senin (26/8/2013). Mahasiwa menuntut Ketua KPU Madina mempertanggungjawabkan anggaran Pilgub Sumut.Dalam orasinya, Koordinator Aksi IM3 Darwin Lubis menuding Ketua KPU Madina gagal memimpin KPU, karena terindikasi melakukan korupsi dana sosialisasi Pilgub Sumut yang menyebabkan pesta demokrasi gagal di Madina.Kemudian DPP IM3 meminta Ketua KPU Madina transparan dalam mempertanggungjawabkan anggaran Pilgub Sumut di Madina karena dari analisis, sangat kuat adanya unsur indikasi korupsi yang dilakukan Ketua KPU Madina.“Untuk itu kami meminta Kejari Panyabungan dan Polres Madina mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan anggaran di KPU Madina dalam melaksanakan pelaksanaan Pilgub Sumut dan kita juga meminta BPK melakukan audit investigasi dugaan penyalahgunaan anggaran KPU Madina,” ujarnya.`Dan yang terakhir, demonstran merminta Tim Seleksi KPU Provinsi Sumut untuk mendiskualifikasi Jefri Antoni yang ikut mencalonkan diri sebagai anggota KPU Sumut karena Jefri Antoni dianggap gagal dalam memimpin KPU Madina. Selanjutanya, Takdir yang berorasi dengan berapi-api menyampaikan, Ketua KPU Madina gagal dibuktikan dengan tingginya golput di Madina saat pelaksanaan Pilgub Sumut lalu. Ketua KPU Madina terlihat tidak mempunyai rasa tanggungjawab.“Sudah sepantasnya Ketua KPU angkat kaki dai Madina, karena tidak punya rasa tanggung jawab kepada Madina. Akibat orang itulah kita menghasilkan pimpinan yang korup. Kita meminta kepada Ketua KPU Madina suapaya sadar diri,” paparnya.Setelah melakukan orasi di depan Kantor KPU Madina dan ditonton Ketua KPU Madina Jefri Antoni, massa langsung membubarkan diri. Mereka tidak ingin mendengarkan penjelasan Ketua KPU. (BS-026)