Medan, (beritasumut.com) – Walikota Binjai M Idaham tampil sebagai narasumber pada Seminar Lingkungan Hidup di Hotel Aryaduta, Medan, Rabu (21/8/2013). Seminar yang dibuka Wakil Gubernur Sumatera UtaraT Erry Nuradi ini dilaksanakan Konjen Jepang dengan peserta seminar kepala daerah dan praktisi lingkungan Sumut, Aceh dan Sumatera Barat.Konjen Jepang untuk Medan Yuji Hamada dalam sambutannya mengatakan sangat penting menjaga lingkungan untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Pemakaian pestisida dan pupuk kimia membuat nilai dan kualitas pertanian menurun dan juga sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat dan keadaan lingkungan itu sendiri. Yuji Hamada mengajak seluruh masyarakat Sumut untuk menjaga lingkungan dimulai dari lingkungan yang paling kecil yaitu keluarga. Sementara Junko Noguchi Ahli Lingkungan dari JICA menyampaikan tingkat kesadaran dan motivasi kelompok masyarakat terus meningkat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Junko juga mengharapkan kepedulian pemerintah dan motivasi pemerintah juga harus turut ditingkatkan.Sedangkan Walikota Binjai M Idaham dalam paparannya menyatakan keseriusan Pemerintah Kota Binjai dalam mengelola lingkungan dari pengelolaan sampah. Saat ini Kota Binjai sedang mengupayakan semua sampah masyarakat dapat diangkut dengan segera ke TPA dengan penambahan armada untuk mengangkut sampah yang mencapai 70 ton per hari. Pengelolaan sampah yang dipadukan dengan pertanian organik dan peternakan terus dilaksanakan. Demikian juga upaya sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah rumah tangganya dengan baik.“Alhamdulillah saat ini kesadaran masyarakat cukup tinggi untuk menjaga lingkungan sekitarnya yang ditandai dengan penghijauan yang dilakukan masyarakat di sekitar rumah dan di atap-atap ruko,” ujar Idaham.Selain itu Kota Binjai saat ini terus mengembangkan produk pertanian seperti Jambu Madu dan Manggis Idaman yang merupakan produk asli Binjai tanpa melupakan Rambutan yang telah menjadi ikon Kota Binjai sejak dulu. Untuk melestarikan varietas Rambutan Binjai, pemerintah telah menyiapkan kebun seluas 1 hektare yang berisi indukan pohon rambutan. Seluruh petani penangkar di Binjai dapat mengambil mata okulasi di kebun tersebut. Ekonomi yang berwawasan lingkungan juga terus ditingkatkan. Saat ini berbagai pihak termasuk Kementerian Pertanian dan BLH Sumatera Utara telah memesan puluhan ribu bibit Rambutan Madu Hijau yang telah menjadi produk unggulan daerah dan nasional. Walikota Binjai juga mengharapkan kerjasama denga berbagai pihak termasuk JICA dan Konsulat Jepang. (BS-001)