Jangan Kotori Ramadhan Dengan Jual Beli Stand Ramadhan Fair

Redaksi - Minggu, 07 Juli 2013 23:19 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072013/beritasumut_Pemko Medan2.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google

Medan, (beritasumut.com) – Anggota Komisi C DPRD Kota Medan Budiman Panjaitan berharap semua pihak untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan, terutama terhadap penyelenggaraan Ramadhan Fair, sebab even ini sudah menjadi ikon Kota Medan.

"Kita minta jangan kotori pelaksanaan  Ramadhan Fair Tahun 2013 ini dengan prakrik-praktik jual beli stand, kerana untuk even ini dananya sudah ditampung dalam APBD," ungkap Budiman di Medan Ahad (7/7/2013).

Hal iti disampaikan Budiman menyikapi adanya dugaan praktik jual beli stand Ramadhan Fair sebesar Rp2 juta untuk satu stand.

Praktik jual beli stand Ramadhan Fair ini lanjut Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Medan ini sama artinya telah mengotori kesucian bulan Ramadhan. Karena Plt Walikota Medan harus membasmi praktik ilegal tersebut.

"Ramadhan Fair sudah dianggarkan di dalam APBD Medan, tujuannya untuk membantu umat muslim yang sedang melakasanakan ibadah puasa. Sifat Ramadhan Fair adalah pelayanan, maka berilah pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk kepada para pedagang yang akan mendapat stand," imbuhnya.

Silahkan berkompetisi dalam mendapatkan stand, namun dengan cara yang sehat. Kalau ada praktik jual beli stand Ramadhan Fair maka Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan seluruh pihak yang terlibah di dalam pelaksanaan Ramadhan Fair ini harus bertanggungjawab. Jangan sampai kesucian Ramadhan dikotori oleh praktik-praktik ilegal seperti itu, ungkapnya.

Karenanya diminta kepada Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin S mengusut kasus tersebut agar pelaksanaan Ramadhan Fair kali ini benar-benar bersih dan masyarakat luaspun tertarik mengunjunginya, sehingga even tahun ni benar-benar bisa menjadi kebanggaan masyarakat Medan.

Seperti diberitakan, pelaksanaan Ramadhan Fair 2013 ini sepertinya diwarnai praktik dugaan jual beli stand. Yang melakukan penjualan stand diduga oknum lurah. Oknum lurah menagih uang sebesar Rp2 juta agar bisa mendapatkan stand. Ada juga warga yang mendapatkan stand justru menjualnya kepada orang lain.

Oknum lurah tersebut menawarkan kepada warga ketika saat hendak mengambil formulir. "Lurah bilang dirinya bisa menjamin saya mendapatkan stand asalkan bayar Rp2 juta. Kalau ketika pengundian nantinya tidak dapat, maka uang itu bakal dikembalikan," ujar seorang warga Kelurahan Masjid yang tidak mau menyebutkan namanya, Jumat (5/7/2013). 

Warga itu memang tidak bersedia membayar uang tersebut. Meskipun tetap memiliki kesempatan melakukan pengundian untuk stand UMKM, Jumat (5/7/2013) pagi, tapi akhirnya gagal mendapat stand. "Tidak tahu apakah ada pengaruhnya, tapi ketika melakukan pengundian, saya gagal mendapat stand," sebutnya dengan raut muka sedih.

Sedangkan, Susi (28) warga Amplas, juga hadir pada pencabutan stand yang dilaksanakan di PRSU. Padahal dia tidak mendapat undangan. Ternyata, diperoleh informasi dirinya ingin membeli stand dari warga yang mendapatkan stand.

"Ada yang mau menjual kepada saya dengan harga Rp2 juta. Bukan hanya saya, banyak yang sengaja datang untuk membeli stand," ungkapnya. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Bursal Manan ketika dikomfirmasi tidak membantah adanya percaloan dan jual beli stand Ramadhan Fair, tapi bukan dilakukan anggotanya.

"Kalau soal calo, saya tidak pungkiri memang ada, tapi kita tidak tanggapi. Kalau ada yang menjual standnya, maka kalau kedapatan, langsung kita tindak. Kita akan keluarkan dia dari Ramadhan Fair ini," ujarnya di dampingi Kabid Pemasaran Agus Suriyono. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Berita

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Berita

Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara

Berita

Demo di Tengah Jalan, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Redam Emosi Pedagang Aksara

Berita

Lapak Terbakar, Pedagang Aksara Jualan di Pinggir Jalan

Berita

Granat Kota Medan Dukung Pemko dan DPRD Tambah Anggaran Kepolisian