BLSM Jangan Jadi Ajang Pencitraan Parpol

Redaksi - Selasa, 25 Juni 2013 22:46 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062013/beritasumut_Duit.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi

Medan, (beritasumut.com) – Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kota Medan mengingatkan penyaluran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) kepada masyarakat yang berhak menerimanya jangan menjadi ajang politik ataupun pencitraan bagi kalangan partai politik (Parpol).

"Karena itu bukan uang partai. Itu uang negara yang ditampung dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun Anggaran 2013," tegas Penasihat FPG DPRD Kota Medan Sabar Syamsurya Sitepu didampingi Ketua Fraksi Partai Golkar Medan Ferdinand Lumbantobing di Medan, Selasa (25/6/2013).

Sabar juga mempertanyakan keakurasian data penerima BLSM. Sebab, masih banyak warga yang seharusnya berhak menerima bantuan tersebut justru tidak mendapatkannya. "Data BPS yang menjadi acuan penyaluran BLSM itu tidak akurat, mereka mengambil data simpel-simpel saja. Akibatnya, masih banyak yang tidak menerima," kata Wakil Ketua DPRD Kota Medan ini.

Kondisi seperti itu, sebut Sabar, rentan terjadinya keributan bahkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat. "Lihat saja sekarang di lapangan, banyak kepling dikejar-kejar warganya mempertanyakan hal itu," sebutnya.

Pada prinsipnya, pihaknya mendukung BLSM dan bila perlu ditambah. Namun, warga yang menerima bantuan tersebut haruslah orang yang benar-benar layak.

Seharusnya, timpal Ferdinand Lumbantobing, dalam pendataan warga kurang harus melibatkan kepala lingkungan. Sebab, kepling yang lebih mengetahui kondisi warga di wilayah masing-masing.

Selama ini, sebut Ferdinand, para kepling tidak dilibatkan dalam melakukan pendataan warga, sehingga data yang ada tidak sinkron dengan kondisi yang terjadi di lapangan. "Coba suruh para kepling itu yang mendata dan dikasi honornya, saya yakin data akan semakin akurat," ungkap anggota Komisi A ini.

Karenanya, tambah Ferdinand, pemerintah pusat harus menyerahkan kepada pemerintah kabupaten/kota di setiap provinsi dalam melakukan pendataan, sehingga bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran, berdaya guna dan tepat guna. "Ini yang kita sayangkan dana sebesar itu tidak tepat penyalurannya," ujarnya.

Fraksi Partai Golkar siap menampung pengaduan ataupun keluhan masyarakat yang tidak menerima penyaluran bantuan tersebut.

"Kita siap menerimanya. Buktinya, di Kelurahan Sei Sikambing B saja ada beberapa warga yang mengeluh karena tidak mendapatkan bantuan itu dan itu kita bantu," sebutnya. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Berita

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Berita

Demo di Tengah Jalan, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Redam Emosi Pedagang Aksara

Berita

Lapak Terbakar, Pedagang Aksara Jualan di Pinggir Jalan

Berita

Anggota Komisi C DPRD Medan Setuju Pembentukan Pansus Aksara

Berita

Terkait Kebakaran, Pedagang Dorong DPRD Medan Bentuk Pansus Aksara