Binjai, (beritasumut.com) – Walikota Binjai M Idaham menerima audiensi pelajar berprestasi di Balaikota Binjai, Rabu (12/6/2013). Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai Dwi Anang Wibowo yang mendampingi para pelajar melaporkan kepada Walikota bahwa pelajar yang akan berlomba tingkat nasional di Medan merupakan yang telah lulus seleksi dan menjuarai tingkat Provinsi Sumatera Utara. Mereka yang akan ikut perlombaan tingkat nasional diantaranya Chalista Suci Nugrahani, pelajar SDN 020259 juara II Olimpiade Sain Nasional Sumut, sedangkan Yoga Bulolo, Tommy Chandra, Eunike gracia, Revika Haloho, Billy Santoso pelajar SMP Methodist Juara I Vocal Group Sumut, Nadia Azzahra pelajar SMPN I Juara III Story Telling Sumut dan Zora Azeli pelajar SMAN 1 Juara I Cipta Puisi.Walikota dalam arahannya sangat salut dan bangga dengan prestasi pelajar-pelajar Binjai dengan mengingatkan pelajar untuk tidak cepat dan hanyut dalam kepuasan. Perjalanan masih panjang dan tantangan masih banyak, prestasi menjadi cambuk dan motivasi untuk menghadapi persaingan yang semakin berat. “Jangan hidup seperti katak dalam tempurung karena di luar sana persaingan akan terus bertambah dan berkualitas. Tirulah ilmu padi, makin berisi makin merunduk, jangan sombong walau sudah juara, terus belajar bekali diri dengan ilmu pengetahuan, keahlian, gaya hidup yang akan menjadi generasi emas,” ujar Idaham.Pendidikan dan belajar tidak pernah berhenti hingga akhir hayat, ini yang sedang dialami Idaham. Walikota Binjai salah satu kepala daerah terpilih untuk mengikuti pendidikan di Universitas Harvard, Amerika Serikat. Kampus ini merupakan kampus sangat terkenal di dunia. Presiden Amerika Serikat Barrack Obama adalah lulusan dari Harvard. Idaham dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris setiap hari les/kursus. “Uwak masih les bahasa Inggris selama 1 jam setiap hari di Medan karena TOEFL Uwak masih 450. Uwak sudah selalu ke luar negeri mengikuti rapat. Uwak lihat di Eropa hanya tumbuh sedikit buah-buahan seperti anggur dan apel sedangkan di Indonesia jenis buah dan sayur tak terhingga jumlahnya namun mereka hidup sejahtera dan kaya. Itu karena mereka mampu mengelola alam dengan teknologi tinggi, jadi wak kira harus dapat mengikuti mereka,” demikian Idaham. (BS-001)