Medan, (beritasumut.com) – Pemko Medan menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda di Balaikota Medan, Senin (27/5/2013). Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat keterlibatan para tokoh untuk bersama-sama ikut membantu dan membangun kerukunan hidup di tengah masyarakat, terutama antisipasi terorisme dan pergerakannya di Kota Medan. Dengan demikian masyarakat cepat melakukan tindak antisipasi apbila terjadi sesuatu yang mencurigakan di lokasi tempat tinggalnya masing-masing.Pertemuan yang melibatkan tokoh masyarakat, agama, adat dan pemuda ini, dihadiri Pelaksana Tugas Walikota Medan Dzulmi Eldin, Sekda Syaiful Bahri Lubis, Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Endro Kiswanto, Dandim 0201/BS Letkol Inf Hendriyadi, Danlanud Soewondo Medan Letkol Pnb SM Handoko, Ketua DPRD Medan Amiruddin, Kajari Medan Bambang Riawan Pribadi, Danyon Marhanlan I Belawan Letkol Mar Agung Setyawan, Pimpinan SKPD Pemko Medan, kapolsek, koramil dan camat.Dalam pertemuan tersebut, Plt Walikota Medan mengungkapkan Kota Medan memiliki ciri khas yang cukup unik dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Indonesia yaitu tingkat pluralisme etnis, budaya dan agamanya yang tinggi sehingga Kota Medan seringkali disebut sebagai miniaturnya Indonesia. Keberagaman yang ada tersebut disikapi dengan baik oleh masyarakat ditandai dengan minimnya kemunculan konflik dengan latar belakang etnis maupun agama.“Kota Medan memiliki peranan penting dan sering menjadi model dalam mewujudkan kerukunan umat beragama di Indonesia. Kondisi ini dapat tercipta berkat kiprah para tokoh baik itu tokoh agama, masyarakat, adat serta pemuda yang telah berupaya keras dan bekerjasama dalam menjaga situasi dan kondisi kota ini tetpa dalam keadaan kondusif. Ini merupakan prestasi yang hendaknya terus kita pelihara dan tingkatkan bersama, sebab hakikatnya kerukunan merupakan bagian dari kesejahteraan hidup,” kata Eldin.Untuk itulah, kata Eldin, Pemko Medan berkomitmen untuk selalu menjaga, memelihara dan mengayomi kerukunan hidup masyarakat sebagaimana tercermin dalam salah satu misi pembangunan Kota Medan yaitu peningkatan suasana kehidupan yang harmonis, saling menghormati, aman dan damai. Komitmen ini ditambah lagi dengan peran para tokoh masyarakat, agama, adat dan pemuda yang akan menjadi kekuatan besar untuk kemajuan kota.Atas dasar itulah Eldin menilai, pertemuan ini sangat penting dalam menyamakan persepsi bersama untuk memelihara ketentraman dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya antisipasi terhadap terorisme. “Jadi pemahaman akan keberagaman perlu ditingkatkan melalui para tokoh masyarakat, tokoh lintas agama, tokoh adat serta tokoh pemuda yang memiliki peran penting untuk dapat melihat, menjernihkan dan memperkecil berbagai potensi terhadap gangguan kerukunan dan ketentraman yang muncul di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.Setelah Plt Walikota Medan menyampaikan sambutan, Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang memberikan pemaparan terkait antisipasi terorisme di Kota Medan. Sebelum menjelaskan lebih jauh, Kapolresta lebih dulu menjelaskan apa yang dimaksud dengan terorisme dan tujuannya.Upaya yang harus dilakukan untuk pencegahan dan penaggulangan terorisme, Kapolresta mengajak masyarakat untuk giat dalam antisipasi gangguan kantibmas maupun terorisme. Diantaranya, mencegah maraknya aksi teror di tengah kehidupan masyarakat melalui sosialisasi nilai-nilai kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Kemudian mendukung berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat guna meminimalisir ketimpangan ekonomi yang menjadi lahan subur bagi berbagai isu kerisi sosial. Lalu, menguatkan ideologis nasionalis sebagai bangsa dan negara yang sama. Peduli terhadap permasalahan-permasalahan di lingkungan. Selanjutnya, tingkatkan siskamling di masing-masing lingkungan serta memberlakukan wajib lapor tamu lebih dari 1x 24 jam di setiap lingkungan.Selain itu, sambung Kapolresta, kenali setiap warga/pendatang baru dan apa kegiatan yang dilakukan. Tokoh masyarakat, agama, adat dan pemuda harus ikut berpartisipasi dalam mendorong terpeliharanya kantibmas dan membina komunikasi antar umat agar tidak terprovokasi serta memerangi kejahatan kantibmas. Serta memberdayakan Bhabinkantibmas, lurah dan kepala lingkungan untuk mendata warga pendatang dan melakukan pengawasn terhadap narapidana teroris yang sudah menjalani hukuman dari lembaga pemasyarakatan.“Untuk seluruh kapolsek, saya berpesan untuk menampung seluruh informasi yang disampaikan masyarakat dan langsung ditindaklanjuti. Sebab, informasi yang diberikan oleh masyarakat sangat berarti sekali. Jadi jangan pernah sekecil apapun informasi dari masyarakat tidak ditindaklanjuti,” tegasnya mengingatkan.Pertemuan ini juga diisi dengan dialog dan tanya jawab terkait dengan dengan langkah-langkah yang dilakukan untuk antisipasi terorisme. Termasuk, permintaan melakukan pendataan terhadap warga negara asing (WNA) yang kini banyak tersebar di Medan bukan sebagai tenaga kerja sehingga statusnya tidak terdaftar. Serta usul dibentuknya RT dan RW untuk lebih memudahkan pendeteksian teroris. (BS-024)