RS Sufina Aziz Akan Dievaluasi Dari Provider Medan Sehat

DPRD Medan Minta Plt Walikota Evaluasi Kadis Kesehatan

Redaksi - Rabu, 22 Mei 2013 01:32 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052013/beritasumut_DPRD2.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Medan, (beritasumut.com) – Anggota Komisi B DPRD Medan Drs Roma Simaremare meminta Komisi B untuk merekomendasikan kepada Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin agar Kadis Kesehatan Usma Polita dievaluasi. Pasalnya, Kadis Kesehatan terkesan tidak peduli dengan korban pengguna Jamkesmas dan Medan Sehat.Hal itu diungkapkan Roma di sela-sela rapat dengar pendapat dengan perwakilan RS Sufina Aziz dan korban dugaan malpraktek di RS Sufina Azis Mariana dan Sri Rahayu yang mengalami kelumpuhan pasca operasi cesar di Gedung DPRD Medan, Jalan Krakatau, Medan, Selasa (21/5/2013).“Kita melihat Dinas Kesehatan tidak peduli dengan korban pengguna Jamkesmas dan Medan sehat. Untuk itu saya menyarankan agar Komisi B merekomendasikan Kepala Dinas Kesehatan Medan dievaluasi,” kata Politisi PDI Perjuangan ini.Selain evaluasi Kadis Kesehatan, evaluasi terhadap RS Sufina Aziz dari provider Jamkesmas dan Medan Sehat juga dimintakan Sekretaris Komisi B Bahrumsyah. Pasalnya, rumah sakit tersebut tidak kooperatif dalam menyikapi persoalan yang timbul di rumah sakit tersebut.“Manajemen kita lihat tidak serius menyikapi persoalan yang dihadapi Mariana dan Sri Rahayu. Artinya rumah sakit itu belum mampu mengurusi orang miskin jadi biarlah rumah sakit itu mengurusi orang kaya saja karena pengguna Jamkesmas dan Medan Sehat adalah orang miskin,” kata Bahrumsyah.Menurut Bahrumsyah Manajement RS Sufina Aziz seharusnya bertanggungjawab terhadap korban atau pasien yang mendapat kecelakaan pasca menjalani pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut dan bukan membiarkan persoalan tersebut seperti sekarang ini.Rapat dengar pendapat (RDP) yang dipimpin Ketua Komisi B Sri Jati Pohan dan dihadiri Sekretaris Komisi B Bahrumsyah serta anggota, Roma Simaremare, Yahya Payungan Lubis, Surianda Lubis, M Yusuf dan Juliaman berlangsung singkat karena ketidakhadiran Manajemen RS Sufina Aziz.Memang manajemen mewakilkan personal dari Biro Hukum namun kapasitasnya dalam pertemuan itu hanya mendengarkan hasil pertemuan dan tidak bisa mengambil keputusan karena permasalahan tersebut sudah diserahkan ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI).Pada kesempatan itu, Sri Rahayu yang masih terduduk di kursi roda hanya mengharapkan agar pihak rumah sakit mengobatinya hingga bisa berjalan seperti semula. ”Saya minta saya diobati agar bisa berjalan seperti semula,” ujarnya dengan deraian air mata didampingi suami dan kedua anaknya.Sementara korban lainnya, Mariana yang sudah mengalami kesembuhan serta sudah bisa berjalan setelah menjalani terapi-terapi menyampaikan keluh kesahnya setelah dirujuk ke RS Adam Malik pasca pertemuan dengan IDI.“Dalam pertemuan dengan IDI saya meminta agar menggunakan kartu Jamsostek karena saya peserta Jamsostek sehingga tidak mengeluarkan biaya lagi. Pihak IDI mengatakan itu bisa diatur. Namun, ketika dibawa ke RS Adam Malik saya diminta uang,“ katanya.Menurut Mariana bukan besaran uang Rp15.000 yang diminta RS Adam Malik sebagai uang Kartu Pasien yang mereka permasalahkan tetapi perjanjian dengan IDI. ”Setelah IDI turun tangan, uang tersebut dibebankan kepada IDI,” katanya. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Berita

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Berita

Demo di Tengah Jalan, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Redam Emosi Pedagang Aksara

Berita

Lapak Terbakar, Pedagang Aksara Jualan di Pinggir Jalan

Berita

Anggota Komisi C DPRD Medan Setuju Pembentukan Pansus Aksara

Berita

Terkait Kebakaran, Pedagang Dorong DPRD Medan Bentuk Pansus Aksara