IM3 Tuntut Ketua KPU Madina Mundur

Redaksi - Selasa, 14 Mei 2013 02:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052013/beritasumut_IM3-Demo.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
M Saima Putra

Panyabungan, (beritasumut.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muslim Mandailing Natal (IM3 Madina) berunjuk rasa di Kantor KPU Kabupaten Madina menuntut Ketua KPU Madina Jefri Antoni mundur dari jabatannya, Senin (13/5/2013).

Pendemo tiba di Kantor KPU Madina sekitar pukul 11.30 WIB. Dalam pernyatan sikapnya yang dibacakan Koordinator Aksi Muhammad Syahrul, pendemo meminta Ketua KPU Madina untuk mundur dari jabatannya karena dinilai tidak becus melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Ketua KPU. Akibat Ketua KPU yang dinilai tidak bertanggungjawab menimbulkan anti pati masyarakat terhadap proses pesta demokrasi di Madina.

“Kita juga meminta Kejaksaan Negeri Panyabungan dan Polres Madina mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan anggaran KPU Madina, karena kami menduga Ketua KPU Madina telah melakukan korupsi untuk suksesinya dalam pertarungan untuk menjadi Anggota KPU Provinsi Sumut,” tegasnya.

Selanjutnya pendemo meminta Ketua KPU Provinsi Sumatera Utara supaya mengganti Ketua KPU Madina karena dianggap telah gagal dalam melaksanakan tahapan sosialisasi dan validasi DPT yang mengakibatkan meningkatnya angka golput setiap pesta demokrasi.

Koordinator Lapangan Khoiril Asri menambahkan kegagalan KPU Madina dalam menjalankan pesta demokrasi terbukti dengan tingginya angka golput yang mencapai 50 persen lebih.

Kemudian banyak masyarakat yang terdaftar di DPT tetapi tidak bisa memilih dikarenakan undangan model C6 dari KPU tidak sampai ke masyarakat. Itu menandakan bahwa KPU Madina tidak siap melaksanakan Pilgub Sumut lalu.

“Kita juga mempertanyakan anggaran KPU Madina, kemana saja diperuntukkan, terutama mengenai pengadaan bilik suara. Yang kita ketahui selama ini bilik suara itu-itu saja. Jadi kemana anggaran itu selama ini,” tanyanya.

Anggota KPU Madina Khollad Daulay yang menerima pengunjukrasa menyampaikan bahwa Ketua KPU Madina tidak bisa menerima pendemo karena sedang berada Medan bersama Anggota KPU lainnya yakni Sobir Lubis untuk mengikuti rapat di KPU Sumut.

“Hal-hal yang sudah disampaikan saudara-saudara akan kami tampung untuk disampaikan kepada Ketua KPU Madina. Apa yang bisa kami bantu, akan kami bantu,” jelasnya.

Ditambahkan, apa yang bisa diperbaiki, akan diperbaiki kedepannya. “Untuk Madina mari kita bersama. Kalau memang ada kekurangan kami selama ini, kami sangat berterima kasih kepada saudara-saudara karena telah datang ke sini untuk menegur kami,” tandasnya. (BS-026)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat

Berita

Reses DPR ke Polres Pematangsiantar, Hinca Pesankan ini ke AKBP Sah Udur

Berita

Bupati Langkat Temui Pendemo, Tegaskan Komitmen Perbaikan Jalan di Kecamatan Selesai

Berita

Hadiri Bukber Fraksi PD, AHY: Suarakan Aspirasi Rakyat, Sukseskan Pemerintahan Prabowo

Berita

Kongres VI Demokrat Bakal Pilih Ketum hingga Pengisi Posisi Bendum

Berita

Bentangkan Bendera Raksasa, Berikut 13 Tututan Demonstran 'Indonesia Gelap'