Binjai, (beritasumut.com) – Walikota Binjai HM Idaham SH MSi berharap rumah adat dari berbagai etnis di Kota Binjai, Sumatera Utara, bisa terbangun.
"Miniatur rumah adat dari berbagai etnis di Binjai dapat dijadikan objek wisata, apalagi rumah adat itu mampu menampilkan nilai sejarah," ujarnya saat meninjau pembangunan rumah adat Melayu di Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Senin (29/04/2013).
Seperti dilansir binjaikota.go.id, Selasa (30/04/2013), menurut Ketua MABMI Kota Binjai H Fadlan SH MH, pembangunan rumah adat Melayu oleh MABMI Kota Binjai ini bahannya didatangkan dari Tomohon. Pembangunan rumah adat seluruhnya menggunakan kayu dengan sistim bisa bongkar pasang dan menghaiskan dana sekitar Rp450 juta.
Fadlan menambahkan, pembangunan rumah adat Melayu yang kini mencapai 70 persen dan direncanakan akan digunakan sebagai sarana peningkatan seni budaya, dan tempat bermusyawarah pengetua adat dan MABMI sehingga Melayu tidak hilang di bumi, ujar Fadlan.
Sementara Walikota Idaham mengemukakan, pembinaan seni budaya tradisional dan modren bagi generasi muda sangat mutlak. Jika seluruh etnis mempunyai rumah adat dan mengisi sejarah adat serta seni budaya, akan menjadi miniatur etnis di Binjai dan akan di kunjungi wisata baik lokal maupun luar negeri.
Idaham sangat berharap pengurus etnis terutama Melayu yang sudah membangun rumah adat, berusaha mencari berbagai sejarah melayu untuk perpustakaan yang bisa dijadikan objek pendidikan dan wisata.
"Jika hal itu bisa didapat, orang tidak lagi mencari ke negeri Belanda, tetapi ke Binjai,” ujar Idaham. (BS-001)