Medan, (beritasumut.com) – Anggota Komisi D DPRD Kota Medan Jumadi menilai pembangunan taman bunga di seputaran Lapangan Benteng, Medan, Sumatera Utara, bagus, karena merupakan salah satu cara untuk memperindah kota.Namun, dia mengatakan, Dinas Pertamanan juga harus memikirkan perawatannya. Sebab, banyak program pembangunan yang dilakukan oleh Dinas Pertamanan Kota Medan, tapi tidak ada perawatannya.“Dinas Pertamanan jangan hanya membangun taman, tapi tidak dirawat. Itu kan namanya buang-buang anggaran, sedangkan manfaatnya hanya sebentar. Contohnya, lampu jalan di Jalan Bilal, lampu jalan yang sudah padam tidak diganti lagi, karena perawatan tidak ada. Janganlah seperti itu lagi,” ujarnya melalui telepon, Ahad (20/04/2013).Hal senada disampaikan Ketua Komite Peduli Keadilan Rakyat Indonesia (KPK-RI) Ferdinan Godhang. Dia menilai, apa yang dilakukan oleh Kepala Dnias Pertamanan Zulkifli Sitepu ini hanya untuk menyenangkan pimpinan saja, dan bukan bekerja berdasarkan fungsinya sebagai Kadis Pertamanan."Tidak mesti karena ada KTT, Apeksi, Kadis Pertamanan baru sibuk membenahi dan membuat taman. Kalau memang Kadis Pertamanan mampu, harusnya benahi semua taman di Medan dan buat taman itu menjadi indah. Bukan hanya karena ada kegiatan besar lantas mulai sibuk membuat taman seperti itu," tegasnya.Seharusnya, Kadis Pertamanan harus memikirkan bagaimana ruang terbuka hijau di Medan bisa dibuat semakin banyak, sehingga semakin memperindah wajah kota. Kalau memang mau, lahan kosong milik Pemko Medan bisa dijadikan taman sekaligus menjadi RTH, sehingga Medan tidak terlihat gersang."Seperti lahan kosong di Jalan Gatot Subroto Medan, tepatnya disamping Plaza Medan Fair. Di situ terdapat lahan kosong. Kalau saja Kadis Pertamanan mau membuat indah Kota Medan, kenapa lahan kosong itu tidak dimanfaatkan sebagai taman kota. Pasti akan sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat Medan," paparnya.Oleh karena itu, harus ada sikap Walikota Medan untuk segera mengganti Kadis Pertamanan yang sekarang ini. Karena, Kadis Pertamanan dinilai tidak memiliki kemampuan dalam memperindah wajah Kota Medan untuk membuat betah para pengunjung yang datang ke Medan. "Ya copot saja kalau tidak mampu bekerja. Kenapa harus dipertahankan," tandasnya. (BS-024)