Penderita Kusta Bersitegang Dengan Satpam DPRD Sumut

Redaksi - Rabu, 17 April 2013 22:34 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042013/beritasumut_DPRD2.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google

Medan, (beritasumut.com) – Ratusan penderita kusta dari Pulau Sicanang, Belawan, Medan dan Rumah Sakit Belidaan, Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai yang menuntut bantuan jatah uang makan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, ricuh  dan sempat bersitegang dengan Satpam DPRD Sumut di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (16/04/2013) karena dilarang membakar ubi dengan menggunakan ban bekas serta menerobos masuk gedung dewan.

“Sudah beberapa kali kami datang ke gedung dewan ini, tapi tuntutan kami selaku penderita kusta yang  meminta jatah uang makan dianggarkan di APBD Sumut, tidak juga direalisasi. Kami sudah kelaparan, anak-anak kami sudah makan ubi,” teriak massa sembari membakar ban bekas dan ranting-ranting di halaman utama gedung dewan.

Melihat massa mulai membakar ban dan ubi untuk mereka makan sebagai simbol  bahwa penderita kusta sudah kelaparan, satpam berusaha menghalaunya dan memadamkan api dengan racun api. Tapi ratusan penderita kusta malah mengamuk dan memprotes satpam, karena api yang mereka nyalakan untuk  membakar ubi makanan mereka.

Sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara satpam dengan para penderita kusta. Ada juga terjadi lemparan kayu dan botol minuman mineral. Bahkan sebahagian massa berusaha masuk ke ruang lobi dewan dengan menerobos pintu kaca, karena ingin menemui anggota dewan untuk menyampaikan tuntutannya. Tapi terus dihadang satpam, sehingga pengunjuk rasa tidak berhasil memasuki gedung dewan.

Sebelum terjadinya kericuhan ini, Anggota Komisi E DPRD Sumut Nurhasanah dan Ida Budiningsih SH sempat menemui pengunjuk rasa dan berjanji akan menyampaikan permasalahan tuntutan uang makan ini kepada instansi terkait, seperti Dinas Sosial Sumut, karena instansi tersebutlah yang mengetahui, apakah masih layak jatah uang makan dianggarkan kepada penderita kusta atau tidak.

Mendengar penjelasan tersebut, para penderita kusta kelihatannya kurang puas, sehingga sepeneninggalan anggota legislatif, mereka mulai mengumpulkan ban bekas dan ranting-ranting untuk alat membakar ubi yang telah mereka persiapkan sebagai pengganti makan siang mereka bersama keluarganya. Disinilah awal kericuhan ini dengan satpam gedung dewan, sehingga terjadi dorong-dorongan, bahkan botol-botol minuman mineral maupun ranting kayu sempat beterbangan.

Menurut salah seorang penderita penyakit kusta, Barum Lubis (52), masyarakat penderita kusta sangat mengharapkan bantuan jatah uang makan yang selama ini mereka terima dari pemerintah. “Kami berharap kepada DPRD Sumut bisa membantu kami untuk mendapatkan bantuan tersebut, tapi ternyata tidak ada kepastian,” ujarnya.

Menurut Barum Lubis, sebenarnya penderita kusta sudah menerima bantuan jatah makan ini sejak Tahun 80-an, tapi yang menimbulkan tanda-tanya bagi mereka, mengapa tiba-tiba pada April 2013 ini bantuan tiba-tiba dihentikan. “Kami merasa kecewa dengan pemerintah,” ujarnya sambil berteriak, mereka akan terus berunjuk rasa ke gedung dewan, sebelum pemerintah mencairkan dana bantuan kepada penderita kusta. (BS-022)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Masalah Gizi di Indonesia Jadi Faktor Penghambat Pembangunan Nasional

Berita

Bonus Demografi 2020-2030, Berkah atau Justru Jadi Bencana

Berita

Ramadhan Pohan Bakal Kembali Diperiksa Poldasu

Berita

Savita Bantah Sebagai Perantara Kasus Penipuan Ramadhan Pohan

Berita

Terkait Laporan Ramadhan Pohan, Penyidik Lakukan Pemeriksaan Terhadap Savita

Berita

Ditetapkan Tersangka, Kuasa Hukum Nilai Justru Ramadhan Pohan Jadi Korban