Medan, (beritasumut.com) – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Kota Medan H Salman Alfarisi LC MA menyarankan pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru (PSB) Tahun Ajaran 2013-2014 mendatang harus dilaksanakan secara online dan pro terhadap siswa tidak mampu.
"Kita melihat sistem PSB online sudah bisa diterapkan, kalaupun tidak bisa seluruhnya, Dinas Pendidikan bisa melaksanakan sistem PSB online khusus di sekolah-sekolah yang secara infrastruktur sudah siap melakukannya seperti SMAN 1, SMAN 2 dan lainnya," ungkap Salman saat diwawancarai sejumlah wartawan di Medan, Ahad (14/03/2013).
Dikatakannya, sistem online seharusnya sudah bisa diterapkan di Kota Medan, mengingat kota-kota lain di Indonesia seperti Yogyakarta, Bandung dan Tangerang sudah melakukan sistem ini. "Kita melihat kota-kota lain sudah melakukan ini, kenapa Medan belum. Karenanya saya mendesak agar sistem online ini segera diterapkan dalam PSB tahun ini," ungkapnya.
Politisi yang juga duduk di Komisi B ini juga menyarankan, dalam penerimaan siswa baru nanti Dinas Pendidikan sebaiknya menggunakan sistem penerimaan 100 persen berdasarkan nilai murni, dimana nilai murni ini merupakan akumulasi antara nilai ujian nasional dan nilai sekolah lainnya.
"Kita mendorong agar penerimaan siswa baru ini 100 persen nilai murni siswa. Kita (FPKS) menolak PSB dilaksanakan dengan sistem tes," ungkapnya.
Dalam prakteknya nanti, PSB yang diambil berdasarkan nilai murni dilakukan dengan dua gelombang. Sebanyak 70 persennya diperuntukkan bagi siswa berdasarkan perankingan nilai murni hasil akademis dan terbuka untuk semua.
Sementara 20 persennya diperuntukan bagi siswa berdasarkan ranking namun siswa tersebut digolongkan kurang mampu. Bagi siswa ini diwajbkan melampirkan materi pendukung seperti memiliki Jamkesmas, JPKSM, Kartu Program Keluarga Harapan (PKH). Sementara itu, untuk 10 persen lainnya Salman menyarankan dibuka untuk siswa Bina Lingkungan. "Yang ini diperuntukkan bagi siswa yang memiliki bakat dan prestasi tertentu di bidang olahraga, budaya dan lainnya," ungkapnya.
Dijelaskannya, untuk 20 persen dan 10 persen ini nantinya ada tim verifikasi dari sekolah yang akan mengecek kebenarannya.
Politisi lulusan Universitas Madinah Arab Saudi ini mengatakan dengan sistem 100 persen PSB berdasarkan perankingan hasil nilai murni ini jumlah kelas dan jumlah siswa per kelas bisa diketahui. "Jadi kalaupun ada ‘kelas siluman’ dan ‘siswa siluman’ kita akan cepat mengetahuinya," ungkapnya. (BS-001)