Panyabungan, (beritasumut.com) – DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengadakan temu ramah bersama para kader dalam mempersiapkan dan menyongsong pesta demokrasi di Tahun 2014 sekaligus mempersiapkan bakal calon legislatif khusus untuk Dapil 1 meliputi Kecamatan Panyabungan, Panyabungan Timur dan Panyabungan Barat. Para kader yang hadir saat itu menyatakan siap berjuang memenangkan PDIP Madina dan akan merebut minimal dua kursi dari sepuluh kursi di DPRD untuk Dapil I.
Ketua DPC PDIP Madina Rahmad Kari Hasan didampingi Wakil Ketua Iskandar Hasibuan di Panyabungan, Ahad (17/03/2013) mengatakan, mereka sudah mempersiapkan bakal caleg yang akan ikut pada perhelatan pemilihan legislatif menuju DPRD Madina. Baleg yang dipersiapkan merupakan kader-kader terbaik yang memiliki integritas dan loyalitas terhadap partai dan memiliki komitmen untuk menerapkan semua konsep pemenangan PDIP Madina khusus di Madina.
“Salah satu konsep jitu yang dijalankan adalah meningkatkan budaya gotong royong dan bakti sosial, dan terutama membantu ‘wong cilik’ rakyat kecil. Selama ini kami melihat aspirasi masyarakat kecil ini masih belum tersalurkan, belum lagi masalah kesejahteraan. Untuk itulah, para kader dan bakal caleg kami akan pro aktif berintegrasi dengan rakyat kecil dan kaum tertinggal di lingkungan masing-masing dari berbagai basis dan sumber penghidupan, yang nantinya dijadikan sebagai inspirasi memperjuangkan hak-hak rakyat kecil dan kurang mampu. PDIP memiliki konsep berbaur dengan rakyat kurang mampu karena kami punya prinsip untuk mensejahterakan masyarakat tanpa mengenal status dan martabat, semua warga memiliki hak yang sama, hak kesejahteraan, hak pendidikan dan hak memiliki kehidupan yang layak,” jelas Rahmad didampingi Iskandar.
Mengenai tingkat partisipasi pemilih pada Pilgub Sumatera Utara kemarin yang hanya sekitar 54 persen di Kabupaten Madina, PDIP Madina menanggapi serius persoalan ini. Untuk itu, keduanya menegaskan sudah membentuk tim dari kader dan pengurus untuk mencari tau apa persoalan yang terjadi dan apa alasan masyarakat tidak menyalurkan hak pilihnya.
“Kami sudah memerintahkan kader untuk terjun langsung ke masyarakat jemput bola untuk mencari tahu titik kelemahan dan alasan masyarakat tidak menyalurkan hak pilihnya pada Pilgub Sumut kemarin. Menurut kami ini suatu tamparan keras bagi segenap pemangku kepentingan khusus kepada penyelenggara pemilu. Nantinya hasil itu akan disampaikan ke partai, jika memang banyak warga yang tidak terdaftar PDIP akan pro aktif mengawalnya hingga melaporkannya ke desa/kelurahan agar dimasukkan ke DPS dan DPT, tujuannya supaya pada pileg dan pilpres, masyarakat yang memiliki hak pilih bisa menyalurkan hak itu, dan yang tak kalah penting adalah memberikan pelajaran politik yang baik kepada masyarakat sehingga mereka sadar bahwa masyarakatlah yang menentukan siapa pemimpinnya dan wakilnya di legislatif dan memahami arti demokrasi yang sesungguhnya,” sebut Rahmad.
Sementara itu, salah seorang kader dan pengurus PDIP Madina Hosman Hasibuan mengaku sudah siap memenangkan PDIP di Kabupaten Madina khususnya di Dapil I. “Sebagai kader, kami sudah siap berjuang untuk memenangkan PDIP pada pileg dan pilpres nanti sesuai dengan amanah dan tugas yang diberikan partai kepada kami. Karena menurut kami, PDIP merupakan partai politik yang mengedepankan kepentingan sosial dan rakyat kecil, membela hak rakyat kecil demi kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat. Kami sudah siap menjalankan semua konsep dan prinsip serta strategi perjuangan itu,” ucap Hosman. (BS-026)