Medan, (beritasumut.com) – Pelantikan Gatot Pujo Nugroho menjadi Gubernur Sumatera Utara sisa masa jabatan 2008-2013 oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dalam Sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Kamis (14/03/2013) diwarnai unjukrasa.
Dua gelombang unjuk rasa mewarnai pelantikan Gatot. Massa pendemo menuding Gatot terlibat penyelewengan dana BOS dan anggaran bantuan sosial (Bansos).
Aksi pertama kali dilakukan tujuh orang yang mengatasnamakan Mahasiswa Peduli Pendidikan. Dalam aksinya massa tidak melakukan orasi serta tidak bersedia bersedia diwawancarai wartawan.
Mereka hanya membentangkan spanduk yang bertuliskan: "Pak Mendagri yang terhormat, Gubernur kami memang peduli pendidikan, tapi dana BOS TA 2012 sebesar Rp14 M kenapa diselewengkan?"
Tak lama beraksi, kelompok ini bubar. Selanjutnya giliran puluhan massa dari Laskar Demokrasi Sumatera Utara berunjukrasa. Kali ini massa menuding Gatot terlibat penyelewengan dana Bansos.
Selain itu, mereka juga menuntut Panwaslu dan KPU Sumut mengusut tuntas kasus kecurangan dalam Pilgub Sumut.
"Kami meminta DPRD Sumut untuk menolak Gubernur terpilih menjadi Gubernur Sumut, karena menang dengan cara tidak sehat," teriak Koordinator Aksi Indra Kurniawan. (BS-035)