Binjai, (beritasumut.com) – Walikota Binjai HM Idaham SH MSi menerima audiensi Tokoh Agama Binjai di Ruang Kerja Walikota, Binjai, Sumatera Utara, Senin (11/03/2013). Tokoh agama yang hadir diantaranya Tokoh Agama Kristen Pdt Padang dan Peterus, Tokoh Agama Budha Sugiarto sekaligus dari Forum Komunikasi Warga Tionghoa Binjai (Fortib), Tokoh Agama Hindu Dr Nehru dan Pengurus Barongsai Vihara Setia Budha.
Seperti dilansir binjaikota.go.id, Pdt Padang dan Peterus melaporkan kepada Walikota tentang selesainya Perayaan Natal Oikumene 2012. Kemudian Dr Nehru melaporkan Perayaan Thaipusam serta Sugiarto melaporkan Perayaan Tahun Baru imlek dan pelaksanaan pertandingan kejuaraan Barongsai Asia di Singapura 2012 yang memperoleh juara 2.
Para tokoh agama ini menyatakan terima kasih kepada Walikota Binjai dan Pemerintah Kota Binjai yang telah membantu, peduli dengan berbagai agama yang ada di Binjai serta dukungan Walikota pada setiap perayaan hari-hari besar agama. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya pujian dari berbagai daerah di Sumatera Utara bahwa Binjai layak diperhitungkan.
Walikota Binjai dalam sambutannya mengatakan rasa terharu atas kehadiran para tokoh agama dan etnis ini. Hal ini terjadi mungkin baru kali ini. Walikota menyambut baik kedatangan mereka untuk memberikan rasa kesejukan, kedamaian dalam bertoleransi antar umat beragama. “Saya tidak mengenal istilah kaum minoritas karena semua adalah sahabat dan saudara saya,” ungkap Idaham.
Segala permasalahan dapat diselesaikan dengan persatuan. Tanpa adanya peran dan dukungan dari tokoh agama dan masyarakat tidak mungkin Binjai dapat dibangun. Walikota juga mengatakan kekayaan dan budaya, agama dapat dijadikan sebagai wisata religi dimana Binjai memiliki rumah ibadah yang bernilai sejarah seperti Masjid Raya, Thua Thie Kong, Vihara Setia Budha dan Kuil Shri Mariamman.
Walikota juga meminta dukungan dari masyarakat untuk menjaga kebersihan dan lingkungan dimana pada saat ini sedang diadakan penilaian Kota Adipura. Penilaian ini hendaknya merupakan sesuai dengan objektifitas sehingga tidak ada kesan dalam memperoleh Adipura mendapat kritikan. Binjai juga sedang giat-giatnya menata perkotaan dengan merehap dan membangun pasar tradisional dengan fasilitas modern. Hal ini dapat dicapai dengan anggaran yang tersedia dan juga adanya investor yang menanamkan modalnya di Binjai. (BS-001)