Sistem Kependudukan Jelek

Banyak Masyarakat Sumut Tak Memilih

Redaksi - Minggu, 10 Maret 2013 21:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir032013/beritasumut_Majda El Muhtaj2.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Majda El Muhtaj
Medan, (beritasumut.com) – Banyaknya masyarakat Sumatera Utara tidak memilih dalam Pilgub Sumut yang berlangsung beberapa waktu lalu diakibatkan karena jeleknya sistem administrasi kependudukan. Hal itu sepenuhnya merupakan tanggungjawab pemerintah dan penyelenggara pemilu.Penegasan itu disampaikan Kepala Pusat Hak Azasi Manusia (Pusham) Unimed Majda El Muhtaj di Medan, Ahad (10/03/2013), menyikapi minimnya masyarakat yang memberikan suaranya ke TPS pada Pilgub Sumut yang baru berlangsung beberapa waktu lalu.Menurutnya, pemuktahiran data belum maksimal, dan ini bukti kinerja pemerintah dan penyelenggara pemilu belum maksimal dan harus dievaluasi untuk menghadapi Pemilu 2014."Rendahnya partisipasi masyarakat dalam memilih calonnya pada Pilgub Sumut karena adminstrasi kependudukan jelek. Hal itu tanggungjawab pemerintah dan penyelenggara Pilgub Sumut kenapa biasa terjadi adiministrasi kependudukan yang seperti itu. Saya sangat tidak setuju jika dikatakan golput sebagai pemenang Pilgub Sumut dengan alasan hampir 52 persen masyarakat tidak memilih. Pendapat ini menyesatkan, karena pengertian golput tidak jelas," tegas Majda.Fenomena golput tidaklah berdiri sendiri. Faktor tidak terdaftar di dalam DPT, kecewa dengan kinerja pejabat pemerintah dan sebagainya juga sangat mempengaruhi para pemilih.Lebih tepat jika dikatakan Pilgub Sumut kali ini dilaksanakan dengan partisipasi politik yang sangat rendah. Ini merupakan tanggungjawab bersama dan harus disadari dimensi HAM dalam pemilu sangat erat. "Penyelenggaran pemilu dengan atau tidak sadar mengakibatkan tidak terealisasinya hak-hak masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya dengan baik sangat berpotensi terjadinya pelanggaran HAM," ujarnya.Oleh karenanya, penguatan sistem administrasi kependudukan merupakan solusi kebijakan yang sejatinya semakin memudahkan realisasi pemenuhan hak-hak konstitusional diantaranya, right to vote and to beelected and right to participate in election. (BS-024)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Ketua Karang Taruna Imbau Warga Tidak Golput

Berita

Thomas: Kalau Bisa Satu Kenapa Harus Dua

Berita

Perda Administrasi Kependudukan Disahkan, Perubahan Sanksi Butuh Sosialisasi 3 Bulan

Berita

Tak Dapat Formulir A5, Mahasiswa dan Warga Pendatang di Medan Ancam Golput

Berita

Wagub Sumut dan Seribuan Pelajar SMA Tolak Golput

Berita

Fromsu Aksi Ajak Masyarakat Golput Aktif