Berastagi, (beritasumut.com) – Ribuan warga dari Kabupaten Karo, Dairi dan Pakpak Bharat menghadiri kampanye pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Nomor Urut 4 Drs H Amri Tambunan dan Dr RE Nainggolan MM di Jambur Taras, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis (28/02/2013) siang. Massa pendukung dan simpatisan sampai meluber ke luar jambur, meski sedang turun hujan gerimis.
Selain pasangan Amri-RE, kampanye tersebut juga dihadiri oleh Ketua Tim Pemenangan Sumut Drs H Syahrial Ams, Sekretaris Pemenangan Amri-RE, Dr Bahdin Nur Tandjung, MM, Layari S Kaban, Johannes Sembiring, mantan Bupati Dairi Drs SIs Sihotang, MM, JA Ferdinandus, Ir Ronald Naibaho, MSi, Jadi Pane, mantan Wakil Bupati Samosir, Ober SP Sagala, SE, MM, dan tokoh masyarakat Karo dan Dairi lainnya.
“Tanah Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat adalah kabupaten penting di Sumut, yang menjadi sentra pertanian kita. Masyarakatnya dikenal sebagai orang yang gigih, pekerja keras, tekun, dan karenanya banyak yang berhasil mempabaiki taraf kehidupannya melalui sektor pertanian. Ke depan, sektor yang sangat penting ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah,” kata Amri Tambunan saat menyampaikan pidato kampanye.
Bupati Deli Serdang yang sudah ditabalkan menjadi marga Sembiring itu juga menegaskan, sektor pertanian adalah jantung Sumatera Utara. “Baik buruknya pertanian kita, menentukan baik buruknya kondisi Sumut secara keseluruhan. Dengan demikian, daerah sentra pertanian seperti ketiga kabupaten ini, memiliki posisi kunci dan strategis, dan harus menjadi prioritas,” katanya.
Pada kesempatan berikutnya, Cawagub RE Nainggolan juga mengungkapkan bahwa Karo selalu mendapat tempat khusus bagi dirinya dan Amri Tambunan. “Pak Amri, sekalipun menjabat sebagai Bupati Deli Serdang, sudah pasti banyak berhubungan dengan saudara-saudara kita dari etnis Karo, yang memang menjadi salah satu etnis dominan di sana. Saya sendiri, barangkali termasuk orang yang paling sering berkunjung ke sini, karena cinta dan keterikatan batin saya dengan tanah Karo Simalem ini,” katanya disambut tepuk tangan dan yel-yel dari simpatisan yang menghadiri kampanye tersebut.
Senada dengan Amri Tambunan, RE Nainggolan juga menekankan bahwa sektor pertanian harus menjadi prioritas pembangunan ke depan, karena banyak warga Sumut yang menggantungkan kehidupan pada sektor ini. “Kejayaan pertanian Sumut harus kembali dibangkitkan, dengan perhatian dan program yang jelas. Intinya adalah bagaimana pemprovsu bisa memainkan peranan sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya, agar seluruh kabupaten bisa mengoptimalkan potensi yang dimilikinya,” katanya.
Selain itu, Amri juga menyinggung terkait masalah jalan provinsi yang hingga kini masih banyak yang rusak. “Tentu jalan ini selama 5 tahun ini masih masalah besar bagi para masyarakat Langkat, dan umumnya Sumut. Itu juga tidak akan biarkan terus rusak sehingga tidak mengganggu para petani, nelayan dan masyarakat umum lainnya dalam menggangkut hasil buminya, ikannya dan hasil bumi lainnya yang ke pasar atau tempat mereka berjualan,” paparnya.
Pada bagian lain, mantan Sekdprov Sumut itu juga menekankan pentingnya menjaga harmoni dalam kebhinekaan Sumut. “Meski sedang berkampanye di Tanah Karo, saya lihat, saudara saya dari berbagai suku hadir di tempat ini, karena mereka berkeyakinan, jika Amri dan RE terpilih, tidak akan ada suku yang tertinggal, tidak ada golongan yang akan terabaikan. Semua harus diperlakukan sama baiknya, karena semua suku adalah anak kandung Sumatera Utara,” tegasnya disambut gemuruh yel-yel Amri RE.
Sebelumnya, saat menyampaikan kampanye Layari S Kaban mengungkapkan bahwa Amri Tambunan dan RE Nainggolan adalah dua orang yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Karo, baik yang berada di kampung halaman, maupun di tanah perantauan.
“Kedua tokoh kita ini, dikenal memiliki kedekatan dengan semua golongan dan etnis. Mereka tidak membeda-bedakan orang. Itu sudah dibuktikan ketika mereka menjadi pemimpin. Semua golongan diayomi, semua etnis menjadi anak kandung yang mendapat perhatian sama besarnya. Inilah calon kita yang merupakan simbol kebhinekaan, kebersamaan dalam keberagaman,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua dan Sekretaris Tim Pemenangan mengungkapkan bahwa Amri dan RE adalah dua tokoh Sumut yang sudah teruji, dan yang paling penting memiliki jiwa nasionalis, yang selalu berdiri di atas semua kepentingan.
“Mereka berdua sudah pernah menjadi Bupati. Pak Amri di Deli Serdang, dan Pak RE di Taput. Keduanya terbukti bisa merangkul semua komponen masyarakat. Mereka tidak pernah menganakemaskan satu kelompok dan menganaktirikan kelompok lain. Silakan tanya siapa saja soal ini, saya menjamin mereka akan mengatakan penilaian yang sama,” ujar Syahrial.
Model kepemimpinan seperti itulah, menurut Syahrial, yang dibutuhkan untuk memelihara bahkan mengembangkan harmoni dan kebersamaan Sumut di tengah kebhinekaan yang ada. “Kebhinekaan adalah modal dan potensi yang luar biasa, namun harus dikelola dengan tepat, oleh orang yang tepat, yang mengerti persoalan dan selukbeluk Sumut. Dan orang itulah Amri dan RE,” serunya.
Hal senada disampaikan Bahdin yang juga mantan Rektor UMSU tersebut. “Tidak hanya menjadi tokoh kebhinekaan, Pak Amri dan Pak RE juga tokoh birokrat yang bersih. Kita tidak pernah mendengar hal buruk tentang mereka. Kalaupun ada yang mencoba menebar fitnah, tidak akan pernah mendapat sambutan karena rakyat sudah tahu tentang mereka, sudah melihat hasil kerja keras mereka,” katanya.
Kampanye terbuka tersebut juga diselingi dengan acara hiburan, yang menghadirkan penyanyi Karo ternama, Tio Fanta Pinem dan artis dari Jakarta. Penampilan mereka yang membawa berbagai lagu daerah mendapat sambutan sangat meriah. (BS-001)