Medan, (beritasumut.com) – Untuk lebih mengenal lagi kebudayaan negeri lain, sekaligus mendongkrak dunia pariwisata dan perdagangan di Sumatera Utara khususnya Kota Medan, Yayasan Pawai dan Pagelaran Budaya Antar Bangsa (PPBAB) bersama Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Medan, akan kembali menggelar Parade and International Culture Show 2013. Hal itu diungkapkan Rudi Zulham Hasibuan selaku ketua panitia kegiatan ketika audensi dengan Ketua DPRD Kota Medan Amiruddin di Kantor DPRD Medan, Jalan Krakatau, Medan, Sumatera Utara, Selasa (19/02/2013). "Event seperti ini pertama kali di Indonesia," kata Rudi. Event serupa, katanya, pertama kali digelar 14 Juli 2012. "Ini yang kedua kalinya. Akan digelar pada 27-30 Juni 2013 di Istana Maimun. Tujuan audensi untuk memperoleh dukungan demi terselenggaranya kegiatan ini," ujarnya. Lebih lanjut dia menjelaskan, konsep yang diusung tidak jauh berdeda dari tahun sebelumnya. Yakni, pawai dan pagelaran budaya tradisional, baik lokal maupun negera sahabat memelalui perwakilan Konsulat Jenderal (Konsul) yang ada di Medan. Hanya saja tahun ini yang ditampilkan tidak hanya budaya tradisional 8 etnis di Sumut, tapi seluruh Indonesia. "Sebelumnya kita sudah audensi ke konjen negara sahabat yang ada di Medan. Termasuk ke Walikota Medan. Ada 5 negara sahabat yang tahun lalu ikut, kembali akan memeriahkan kegiatan ini. Yakni Jepang, Malaysia, China, India dan Polandia. Kemungkinan ada beberapa negara lain, seperti Jerman dan Belanda akan ambil bagian," jelas Rudi yang juga Wakil Ketua Kadin Medan didampingi sekretaris panitia kegiatan, Eric Mardianto. Ada 12 jenis kegiatan yang digelar. Salah satunya pameran UMKM dan ekonomi kreatif binaan Kadin Medan. "Event ini juga didukung Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Sumut," tambahnya. Ditanya persiapan sudah seperti apa, Rudi menjawab masih tahap awal. "Kita masih membangun kerjasama serta mencari dukungan, baik dari instansi pemerintah dan swasta, seperti perhotelan dan penerbangan. Sifatnya masih audensi," tukas pria berkulit putih ini seraya menyebutkan, latar belakang kegiatan digelar untuk melestarikan dan mengetahui lebih lagi kebudayaan negara sahabat. Pihaknya berharap kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan guna terciptanya harmonisasi antar bangsa.Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Medan Amiruddin mengaku pihaknya mendukung sepenuhnya kegiatan yang akan digelar. "Kita sangat apresiasi. Harapannya kegiatan ini melahirkan ide baru dalam pengembangan perdagangan dan wisata Sumatera Utara, khususnya Kota Medan," bilang Amiruddin. Apalagi, katanya, kegiatan juga diisi dengan pameran produk industri kecil. "Kegiatan ini sangat positif dan pantas didukung semua pihak," tukasnya. (BS-001)