Medan, (beritasumut.com) – Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM melakukan kunjungan mendadak ke Jalan Setia Budi, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Medan, Sumatera Utara, Senin (18/02/2013). Selain Puskesmas Pembantu (Pustu) Tanjung Rejo yang kondisinya memprihatinkan dan kesulitan air bersih karena aliran air selalu tersendat, kondisi pulau jalan yang menggelembung di sepanjang Jalan Setia Budi juga menjadi fokus perhatian.Didampingi Kadis Perumahan dan Pemukiman Ir Gunawan Surya Lubis serta sejumlah Pimpinan SKPD lainnya seperti Kadis Pertamanan Ir Zulkifli Sitepu dan Kabag Humasy Budi Hariono SSTP MAP, Walikota langsung disambut Kepala Pustu Tanjung Rejo dr Erni Juwita. Selanjutnya, Walikota memeriksa seluruh ruangan pustu sampai bagian belakang.Dari hasil peninjauan yang dilakukan, Walikota mendapati bangunan tambahan di bagian belakang yang dibangun Tahun 2009 justru membuat terjadinya banjir sehingga tidak dapat digunakan lagi. Karena itulah Walikota menginstruksikan Kadis Perkim untuk segera memperbaikinya agar bisa digunakan kembali.Selain itu Walikota juga menerima keluhan dari Kepala Pustu mengenai sulitnya pasokan air bersih. Kondisi ini terjadi akibat warga yang bermukim di sekitar pustu banyak menggunakan mesin pompa air untuk membantu menarik air dari pipa instalasi agar air yang mengalir ke rumah mereka lancar. Akibatnya Pustu Tanjung Rejo yang tak menggunakan pompa air menjadi “korban”, air mengalir kecil dan selalu ngadat.Untuk mengatasi persoalan itu, Walikota secepatnya akan menyediakan mesin pompa air sehingga pasokan air bersih ke pustu tidak terganggu lagi. “Secepatnya mesin pompa air kita berikan untuk membantu menarik air. Dengan demikian keluhan mengenai kesulitan akan air bersih ini teratasi,” kata Walikota.Kemudian Walikota juga melihat alat-alat kesehatan (Alkes) di tempat itu yang kurang memadai dan tidak mendukung kelancaran proses perobatan terhadap warga. Padahal pasien yang datang berobat setiap harinya cukup tinggi yakni mencapai 71 orang. Karena itulah Walikota memerintahkan Kadis Kesehatan Kota Medan drg Usma Pulita untuk segera menggantinya. “Saya minta Kadis Kesehatan hari ini juga turun untuk melihatnya,” perintahnya.Melihat Walikota sangat akomodatif menerima semua keluhan, Kepala Pustu selanjutnya minta agar klinik dental untuk perawatan gigi diadakan di tempat tersebut. Selama ini masyarakat yang berobat gigi dilayani dengan ruangan dan peralatan yang seadanya. Karenanya, Walikota berjanji akan merealisasikannya. “Tempat untuk perawatan gigi yang ada sangat darurat sekali. Untuk itu kita akan upayakan pengadaan dentak klinik,” jelasnya.Dari Pustu Tanjung Rejo, Walikota selanjutnya berjalan kaki menuju Pasar Pagi yang berjarak lebih kurang 500 meter. Kesempatan itu langsung digunakan sejumlah warga untuk datang menghampiri dan menyalami Walikota. Di samping itu mereka juga menyampaikan sejumlah keluhan terkait infrastruktur maupun pelayanan publik yang dialami selama ini. Semua aspirasi maupun masukan dari masyarakat ditampung Walikota.Ketika melintasi Simpang Jalan Asahan, Walikota langsung berhenti setelah melihat ada genangan air di samping bangunan ruko sepanjang lebih kurang 5 meter. Sontak Walikota menegur Camat Medan Sunggal, sebab tidak ada upaya untuk mengatasi genanagan air tersebut. “Kenapa kau biarkan air ini tergenang,” tegur Walikota penuh kecewa.Belum sempat camat memberikan jawaban, Walikota langsung memerintahkannya untuk mencari cangkul. Sekitar lima menit berselang, salah seorang kepala lingkungan (Kepling) dengan berlari tergopoh-gopoh mendatangi Walikota sambil membawa cangkul. Selanjutnya, Walikota minta dibuat jalan air sehingga genangan air mengalir ke parit.Pada saat melintasi depan bangunan 6 unit rumah toko berlantai enam yang lokasinya persis di samping Jalan Asahan, Walikota melihat ada tumpukan sampah dan pagar seng yang menutup bagian depan bangunan dibuat asal-asalan sehingga sangat mengganggu estetika kota. Karenanya, Walikota kembali menegur camat terkait sampah. Setelah itu camat diperintahkan untuk menegur pemilik bangunan agar pagar seng bagian depan dirapikan.Selama berjalan kaki mulai Pustu Tanjung Rejo sampai Pasar Pagi, Walikota melihat pulau jalan menggelembung. Di samping itu pohon-pohon penghijauan yang tumbuh di atas pulau jalan menjulang tinggi sehingga menujtupi lampur penerangan jalan. Atas temuan ini, Walikota memerintahkan instansi terkait untuk segera meratakan pulau jalan. Setelah itu Kadis Pertamanan diperintahkan untuk menanam rumput di sekeliling pohon agar terlihat lebih indah.“Saya minta pulau jalan ini dibongkar kembali. Enggak betul lagi bentuknya seperti itu (menggelembung). Setelah itu ini diratakan, kita minta di sekitar pohon ditanam rumput. Apabila rumput sudah diutanam, maka kita tak perlu lagi pot-pot bunga seperti itu agar pulau jalan ini terlihat lebih rapi dan indah,” ungkapnya.Terkait pohon penghijauan yang menjulang tinggi, Walikota langsung memerintahkan Kadis Pertamanan untuk segera memotong bagian atasnya. Dengan begitu pohon penghijauan yang dipotong tersebut akan tumbuh dan berkembang ke samping sehingga lebih rindang. (BS-024)