Medan, (beritasumut.com) – Pemko Medan akan melakukan kerjasama dengan Kota Kitakyushu, Jepang dalam masalah pengelolaan sampah. Dengan kerjasama itu sampah yang ada akan dikelola menjadi kompos dan limbah kepala sawit dikelola menjadi barang. Namun sebelum kerjasama ini dituangan dalam bentuk MoU, perwakilan kedua kota terlebih dulu menggelar diskusi terkait prospek dari kerjasama yang akan dilakukan tersebut di Balai Kota Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/02/2013).Menurut Walikota, sebelum diskusi ini dilakukan, perwakilan dari Kota Kitakyushu telah memberikan pelatihan pengelolaan sampah menjadi kompos di Jalan Sutrisno Gang Sehati, Kelurahan Sukaramai I, Kecamatan Medan Area, Senin (11/02/2013). “Hari ini dilanjutkan dengan diskusi yang akhirnya akan membentuk kerjasama antara Kota Medan dengan Kota Kitakyushu dalam rangka penanganan sampah di Kota Medan,” kata Walikota.Diskusi yang dilakukan ini, jelas Walikota, difasilitasi Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Medan Mr Yuji Hamada. Dalam diskusi itu Hamada membawa Direktur Support Kantor Lingkungan Hidup Kota Kitakyushu Noriaki Shigeoka, Hirokazu Toyoshima selaku Chief Operating Officer Recycle Fine Business Division Shinryo Corporation , Masami Izhuka dari JICA Junior Exppert Jepang, Vice Presiden Pasnasonic Indonesi Heru Santoso Etho dan beberapa perwakilan lainnya.Sebelum membuka diskusi, Walikota didampingi Wakil Walikota Drs H Dzulmi Eldin MSi, sejumlah Pimpinan SKPD dan Anggota DPD RI Parlindungan Purba dalam sambutan menjelaskan, Medan merupakan kota yang prospektif dalam kerjasama pengelolaan sampah menjadi kompos. Dia mengaku telah mendapat beberapa minformasi, program pengelolaan sampah yang dilakukan Kota Kitakyushu dengan sejumlah kota di Indonesia telah berjalan dengan baik dan berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat.“Masyarakat mulai menyadari bahwa sampah dapat dijadikan sebagai obyek kreatifitas. Tidak hanya membantu memecahkan masalah lingkungan tetapi juga masalah sosial. Jadi saya optimis kesuksesan yang sama bahkan lebih juga akan terwujud di Kota Medan. Sebab, masyarakat di kota ini memiliki budaya gotong royong dan memiliki toleransi tinggi. Tinggal bagaimana memfasilitasinya dengan baik,” ungkapnya.Dengan penduduk hampir 3 juta jiwa, Walikota menjelaskan sampah yang dihasilkan setiap harinya mencapai 1.500 ton. Perinciannya, 48 persen merupakan sampah organik dan 52 persen lagi sampah anorganik. Jumlah sampah ini diperkirakan akan terus bertambah, dimana tingkat pertumbuhan setiap tahunnya sebesar 4 persen.Berdasarkan gambaran kondisi persampahan itu, jelas Walikota, jika 48 persen sampah organik mapu diolah menjadi kompos tentunya mampu mengurangi volume sampah di Kota Medan sampai setengahnya. Namun Walikota mengakui itu bukan pekerjaan mudah dan menjadi tantangan bersama untuk mewujudkn pengelolaan sampah terpadu di Kota Medan. “Saya optimis jika stakeholder memiliki persepsi dan tujuan yang sama, maka permasalahan sampah di Kota Medan dapat kita atasi bersama secara berkelanjutan dan ekonomis,” ujarnya optimis.Sementara itu Konjen Jepang di Medan Mr Yuji Hamada menerangkan, Kota Kitakyushu merupakan kota terbaik di Jepang dalam pengelolaan sampah menjadi kompos. Selain kompos, sampah juga bisa dikelola menjadi bahan tekstil. Karena itulah dia berharap, kerjasama yang akan dilakukan antara Kota Medan dengan Kota Kitakyushu akan menjadikan ibukota provinsi Sumatera Utara ini terbaik dalam pengelolaan sampah menjadi kompos. “Jadi kita harapkan kerjasama ini secepatnya dilakukan sehingga persoalan sampah di Kota Meda dapat diatasi,” harap Yuji. (BS-024)