Masyarakat Pilih Effendi Simbolon Karena Anti Korupsi

Redaksi - Selasa, 22 Januari 2013 21:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir012013/beritasumut_Effendi-Djumiran3.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Medan, (beritasumut.com) – Masyarakat yang menyatakan memilih pasangan Effendi Simbolon-Jumiran Abdi (ESJA) jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumut pada 7 Maret 2013 nanti, salah satu alasannya dikarenakan pasangan ESJA adalah pasangan anti korupsi."Effendi Simbolon yang sosok politisi dan pengusaha adalah yang paling cocok memimpin Sumut, apalagi dilengkapi wakilnya pak Jumiran yang birokrasi bersih," kata Ketua Gerakan Rakyat Pendukung (Gardu) ESJA H Idrus Djunaidi di Medan, Selasa (22/01/2013). Menurutnya, dari hasil pengamatan, sebelum menjatuhkan pilihan kepada pasangan ESJA, mereka telah mengamati kelima pasangan dan hanya pasangan Effendi Simbolon dan Jumiran Abdi merupakan sosok yang anti korupsi, mereka berdua juga dinilai yang paling mampu untuk melakukan komunikasi politik ke pusat.Sungguh miris bila mengingat Gubernur Sumut dua periode sebelumnya, tak mampu membangun komunikasi politik dengan pemerintah pusat dan memberikan penekanan agar Sumut mendapatkan perhatian dan dukungan dana dari pemerintah pusat untuk daerah yang memiliki Danau Toba yang indah terbesar di Asia Tenggara ini.Sementara Pengamat Politik Sumut Maringan Panjaitan mengingatkan masyarakat agar memilih calon pemimpin yang bersih dan anti korupsi. "Pilihlah sosok yang bersih dan anti korupsi karena gubernur itu bukan jabatan melainkan pemimpin sebagai pelayan masyarakat," ajak Maringan.Dipertegas Maringan, masyarakat harus meneliti masing-masing yang mencalonkan jadi pemimpin Sumut itu. Kalau dia mantan dirut bank, coba dilihat apakah banknya saat ini sehat atau terlilit masalah keuangan dan sarat dengan korupsi. Kalau dia incumbent, dilihat juga apakah dia terlibat dengan berbagai proyek, dan apakah istrinya terlibat dengan penggunaan dana APBD yang nyeleweng.Yang penting juga menjadi perhatian masyarakat, apakah calon tersebut terlibat dengan perselingkuhan dan apakah keluarganya bermasalah. "Yang jadi Gubernur Sumut nanti harus bersih, baik moral dan spiritualnya juga harus terpuji," jelas Maringan yang juga Wakil Rektor III Universitas Nommensen HKBP Medan itu.Mari kita berharap bersama-sama agar yang tepilih nanti Gubernur yang melayani masyarakat (publik servicee). Karena Gubernur merupakan pelayan masyarakat, sehingga dia tidak menggusur pedagang kaki lima dan tidak menggunakan Satpol PP untuk menyakiti hati rakyat.Untuk itu mari kita pilih, kandidat yang memiliki track record yang bersih dan tidak sedang dalam pengusutan tindak pidana, apalagi pidana korupsi. Berikan pilihan kepada calon Gubernur Sumut yang jujur, memiliki keberanian dan sikap melayani, tandasnya. (BS-035)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Direksi PDAM Tirtanadi Berebut Kekuasaan

Berita

Effendi Simbolon Restui Burhanuddin & Parningotan

Berita

Camat Pinang Sori Instruksikan Kades/Lurah Pilih Nomor 5

Berita

ESJA Bawa Gerobak Paten ke MK

Berita

Inilah Aktivitas Kandidat Pasca Pilgub Sumut

Berita

Sekjen DPP PDS Konsisten Bersama RE Nainggolan