Medan, (beritasumut.com) – Walikota Medan Rahudman Harahap menuai kecaman. Pemko Medan dinilai bertindak arogan kepada masyarakat, Pimpinan DPC PDI Perjuangan Kota Medan dan DPRD serta tidak menghargai hukum yang berlaku di Inonesia.Ketua Baitul Muslimin Indonesia Kota Medan H Armen Daris Pasaribu SE MM di Kantor Bamusi, Jalan Raden Saleh No 51, Medan, Sumatera Utara, Selasa (22/01/2013) mengatakan, penghalangan yang dilakukan Hendry Jhon Hutagalung selaku Ketua DPC PDIP Medan terhadap eksekusi lahan sengketa tanah kawasan Cadika Pramuka, Jalan Karya Wisata, Medan, Sumatera Utara, Senin (21/01/2013) yang berujung bentrok dan serta melukai Ketua DPC PDIP Medan dan dua Anggota DPRD Medan, merupakan sikap arogan Pemko Medan dibawah kepemimpinan Rahudman Harahap. Tindakan Hendry Jhon dan dua Anggota DPRD Medan yang menghalangi eksekusi dinilai sudah benar. Apalagi sebelumnya tiga Anggota DPRD Medan sudah melakukan audensi kepada Walikota Medan Rahudman Haharap agar tidak ada esksekusi. Karena secara hukum, lahan yang disengketakan belum inkrah dari pengadilan dan Mahkamah Agung. Pemko Medan sendiri sudah membenarkan, kok malah tetap dilakukan eksekusi, tanya Armen.Dikatakannya, seharusnya seorang pemimpin itu harus jujur, berani dan siap melayani masyarakat. Jangan menjadi pemimpin yang tidak jujur, tidak berani dan tidak siap melayani, karena saat ini masyarakat menginginkan pemimpin yang benar memperjuangkan nasib masyarakat bukan menjadi perusak dan menyakiti masyarakat.Seperti diketahui, saat eksekusi di lahan Candika Pramuka yang dilakukan Satpol PP Pemko Medan kemarin mengakibatkan masyarakat, dua Anggota DPRD Medan dan Ketua DPC PDI Perjuangan, cedera.“Kalau mau mengambil hak anda silahkan, asalkan sudah berkekuatan hukum tetap. Tapi kalau mengambil milik orang lain apa namanya itu,” tanyanya. Ditambahkannya, menjelang Pemilihan Kepala Daerah Sumatera Utara ini, sebaiknya jangan ciptakan situasi tidak kondusif. Kita ingin Pilkada Sumut berjalan sesuai dengan anturan yang berlaku secara jurdil aman dan kondusif, harap Armen yang juga Bendahara Forum Kerukunan Umat Beragama Sumatera Utara. (BS-001)