KONI Sumut Didesak Ambil Alih Tim Sepakbola PON

Redaksi - Rabu, 20 Juli 2016 23:23 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072016/beritasumut_KONI-Sumut-Didesak-Ambil-Alih-Tim-Sepakbola-PON-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/BS03
Plt Ketua PSSI Sumut Idrus Junaidi

Beritasumut.com-KONI Sumatera Utara (Sumut) didesak untuk mengambil alih tim sepakbola yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jabar, September mendatang. Pasalnya, persiapan yang dilakukan selama ini di Kisaran, dinilai kurang maksimal dan memadai. Hal itu ditegaskan mantan Plt Ketua PSSI Sumut Idrus Junaidi, Rabu (20/07/2016). "Demi kebaikan tim itu, KONI Sumut harus bertindak tegas. Mereka harus mengambil alih tim itu," tegas Idrus.

Dijelaskan, persiapan tim PON Sumut saat ini masih kurang maksimal. Apalagi sebagian pemain turut memperkuat PS Bintang Jaya Asahan di ISC-B. Hal itu akan menganggu persiapan tim, karena tidak semua pemain PON Sumut dimasukkan ke skuat Bintang Jaya. "Kapan lagi para pemain itu berlatih bersama sebagai tim PON Sumut. Saya yakin sekarang ini mereka lebih fokus menghadapi ISC-B daripada PON 2016 mendatang," ungkapnya.

Selain itu, Idrus juga menyesalkan pergantian pelatih yang dilakukan manajer Erwis Fauza Lubis. Menurutnya, pergantian itu tidak cocok, karena PON sudah semakin dekat. "Pergantian pelatih itu dipastikan bakal menganggu persiapan tim. Para pemain tentu harus kembali melakukan adaptasi," sebutnya.

Pria yang sangat berperan dalam membentuk tim PON Sumut 2012 itu menambahkan, pergantian pelatih itu juga sudah menyalahi prosedur. Sebab Erwis bertindak secara sepihak, tanpa konsultasi kepada KONI Sumut. "Pergantian pelatih itu menyalahi prosedur. Seorang manajer tidak bisa mengganti pelatih PON Sumut secara sepihak, harus mendapat rekomendasi dari KONI Sumut. Sebab tim itu bukan lagi membawa nama PSSI Sumut, tapi nama Sumatera Utara. Apalagi semua pemain selama ini diberi dana pembinaan oleh KONI Sumut," paparnya.

Idrus berharap agar KONI Sumut tidak membiarkan persoalan ini semakin parah. Dia mendesak KONI Sumut untuk mengambil alih tim itu. "Kasihan para pemain. KONI harus mengambil alih tim tersebut, jika tidak ingin melihat tim itu gagal meraih prestasi di PON nanti," sarannya.

Sedangkan Wakil Ketua KONI Sumut, Prof Agung Sunarno mengakui KONI Sumut memiliki hak untuk mengambil alih tim PON tersebut. Namun pihaknya juga harus melakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku."Kita harus terlebih dulu meminta penjelasan dari Asprov PSSI Sumut dan manajemen tim, apa alasan mereka mengganti pelatih secara mendadak. Kita sebenarnya sudah beberapa kali memanggil Erwis, tapi dia baru bisa berjanji datang pada Jumat (22/7) besok," ungkap Agung Sunarno.

Ditambahkan, dalam pertemuan nanti, pihaknya juga akan mempertanyakan status para pemain PON di Bintang Jaya. Pasalnya KONI Sumut akan mulai melakukan Pelatda Penuh mulai 7 Agustus mendatang. "Pokoknya kita akan mencari solusi terbaik untuk kebaikan tim PON itu," pungkasnya. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Hadapi Persiraja, Harga Tiket Suporter PSMS Kembali Rp 10 Ribu

Olahraga

Lawan Persiraja Sore Ini, PSMS Usung Misi Balas Dendam

Olahraga

Laga PSMS vs Persiraja Dirangkai Eksebisi Hartap vs PSMS All Star

Olahraga

PSMS Medan Belum Temukan Formula Jitu Hadapi Persiraja Sabtu Mendatang

Olahraga

Laga Ujicoba, PS Kwarta U-17 Bungkam PSMS U-17

Olahraga

Metro Langkat Target Lolos Final DNC 2016