Usai Juara di All England 2016, Praveen/Debby Jeblok di BCA Indonesia Open 2016

Redaksi - Selasa, 31 Mei 2016 21:57 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052016/beritasumut_Usai-Juara-di-All-England-2016--Praveen-Debby-Jeblok-di-BCA-Indonesia-Open-2016-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ist
Praveen Jordan/Debby Susanto 

Beritasumut.com-Usai menjadi juara di All England 2016, prestasi Praveen Jordan/Debby Susanto jeblok di ajang BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016, Selasa (31/05/2016). Praveen/Debby ditaklukkan Lu Kai/Huang Yaqiong (Tiongkok), dengan skor 15-21, 10-21. Kekalahan ini membuat rekor pertemuan keduanya kini imbang 2-2. “Setelah All England, permainan kami sudah dipelajari oleh lawan-lawan kami. Mereka jadi lebih waspada dan tahu pola permainan kami seperti apa. Sebetulnya kami harus keluar dari pola itu. Saat ini kami hanya berpikir menuju olimpiade Rio de Janeiro, ini adalah pembelajaran luar biasa buat kami,” kata Debby. “Di pertandingan hari ini, kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Postur tubuh Lu yang tinggi membuatnya punya jangkauan panjang dan dia sering menurunkan bola, ada kencang dan pelannya. Pola kami jadi tidak bisa jalan,” tambah Debby dilansir dari laman resmi badmintonindonesia.org. Rasa sesal juga diungkapkan Praveen atas penampilannya yang kurang maksimal. Tampil di kandang sendiri, Praveen/Debby sebetulnya berharap bisa menampilkan yang terbaik. “Kami menyesal karena sudah disupport malah kami tampil begini. Tetapi ya apa boleh buat. Dari awal kami sudah dibawah tekanan, sampai akhir pertandingan juga tidak bisa keluar dari tekanan, permainan kami sudah diatur,” ucap Praveen. Senasib dengan Praveen/Debby, Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja juga gagal menundukkan Ko Sung Hyun/Kim Ha Na dari Korea. Edi/Gloria ditundukkan pasangan unggulan ketiga tersebut dalam dua game langsung, dengan skor 18-21, 15-21.

Di laga yang lain, Riky Widianto/Richi Puspita Dili sukses menundukkan Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah dari Hong Kong, dengan skor 21-13, 14-21, 21-18, Riky/Richi berhak untuk melaju ke babak kedua. Di babak kedua, Riky/Richi segera akan menghadapi pasangan unggulan pertama asal Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei. Selama enam kali pertemuan, Riky/Richi belum pernah sekalipun menang dari Duo Z tersebut.“Kami berharap tampil lebih baik saat berhadapan dengan Zhang/Zhao besok. Zhao punya permainan depan yang sangat bagus, Zhang pintar membaca arah bola,” jelas Riky. Sementara itu, kejutan terjadi di sektor tunggal putri di mana juara bertahan Ratchanok Intanon (Thailand), tersingkir di babak pertama dari Sun Yu (Tiongkok), dalam dua game langsung, 15-21, 18-21.(BS02)


Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Cedera, Pebulutangkis Nomor 1 Dunia Mundur BCA Indonesia Open 2016

Olahraga

KONI Bangga dengan Perkembangan Olahraga Tinju di Medan

Olahraga

Porwil Kota Medan Jadi Ajang Seleksi Petinju ke Kejurda

Olahraga

Medan Deli Juara Umum Bulutangkis

Olahraga

Belawan Pertahankan Gelar Juara Umum Dayung

Olahraga

Besok, Tim Basket Medan Labuhan Ditantang Medan Deli di Laga Final