Beritasumut.com-Ketua Umum KONI Kota Medan Eddy H Sibarani mengatakan sangat bangga dengan perkembangan tinju di Kota Medan. Medan sebagai kota ketiga terbesar di Medan merupakan barometer perkembangan tinju di Indonesia. Untuk mewujudkan Kota Medan menjadi kota atlet tahun ini dapat terwujud dengan muncul bibit-bibit pemula petinju yang ingin menjadi satria di atas dan di luar ring.
“Pembinaan atlet tinju telah berjalan dengan baik, untuk itu pada Porkot Medan ke depan, semakin banyak atlet muda sehingga ke depannya Medan tak pernah kehabisan petinju yang andal dan tangguh untuk membawa nama harum kota Medan pada kancah pertinjuan tingkat nasional, bahkan internasional,” ujar Eddy.
Lebih lanjut ia menuturkan, Porwil tinju bukan untuk mencari menang, namun melakukan evaluasi dan pembenahan lebih lanjut, sehingga para petinju dapat memahami teknik, pengalaman, fisik dan stamina yang baik dibandingkan petinju lainnya. Tujuannya tentunya menjadikan petinju Medan merupakan petinju yang disegani sehingga harus berfikir dua kali kalau sudah berlaga di ring.
“Para petinju yang berlaga di Porwil harus mempersiapkan diri dengan matang untuk even-even berikutnya. Pada PON XX/2020, Medan akan melahirkan petinju yang siap fight lebih banyak lagi untuk menjadi kontingen Medan. Saat ini sebanyak 5 petinju Medan akan bertarung di PON XIX/2016 Jabar. Prestasi yang diraih para petinju Medan akan menjadi motivasi bagi petinju di Porwil, tentunya untuk mengikuti jejaknya senior untuk menorehkan prestasi," pungkas Eddy yang juga menjabat Sekretaris Pertina Sumut. (BS03)