Beritasumut.com-Klub PB Jaya Raya menggelar audisi di Medan untuk mencari bibit-bibit atlet berbakat yang nantinya diharapkan dapat menjadi atlet nasional dan mampu mengukir prestasi internasional. Bertempat di GOR PBSI Sumut PB Jaya akan menggelar audisi bagi para atlet muda selama tiga hari yakni 9-11 Mei 2016. Hal ini dikatakan Ketua Harian PB Jaya Raya Imelda Wigoena di Medan, Senin (09/05/2016).Dikatakan Imelda, audisi diikuti 76 pebulutangkis muda dari Medan, Padang, jambi, Aceh dan Bangka Belitung tersebut khusus diperuntukkan bagi pebulutangkis kelompok usia 13 dan usia 11. Sedangkan yang menjadi pemandu bakat terdapat sederet nama-nama legenda bulung tangkis Indonesia di antaranya Rudi Hartono, Imelda, Adriyati Firdasari, dan Markis Kido. Dari hasil audisi itu nantinya, para pemain yang berprestasi akan diundang dan dibiayai ke jakarta untuk mengikuti Jaya Raya Home Tournament, juga akan dikirim untuk mengikuti kejuaraan junior di luar negeri seperti di Singapura. "Audisi yang bertajuk 'Menjaring Juara Dunia Masa Depan' ini semata-mata untuk mencari bibit pemain bulutangkis yang kelak bisa dibina agar dapat menjadi juara-juara dunia masa depan,"ujarnya. Ia mengatakan, Kota Medan dipilih karena secara tradisional dari dulunya kota itu mampu menghasilkan bibit-bibit pebulutangkis berbakat, selain itu sebelumnya juga belum pernah terjamah adanya proses penjaringan atau audisi pemain muda. "Kami optimistis dari kawasan ini masih banyak bakat-bakat tersembunyi yang belum terasah dengan baik. Lewat audisi ini kami ingin mencari dan menemukan bibit pemain untuk dibina agar kelak mampu berprestasi dunia," ujar juara ganda putri All England 1979 bersama verawaty Fajrin dan juara campuran kejuaraan Dunia 1980 bersama Christian Hadinata itu. Dasar digelarnya audisi tersebut juga dilatarbelakangi kebangkitan bukutangkis beberapa negara lain, yang sudah dimulai lima tahun lalu dengan menyiapkan pebulutangkis belia. "Kita melihat kemajuan negara lain di bidang bulu tangkis cukup pesat karena mereka sejak beberapa tahun sebelumnya sudah melakukan pembinaan secara intensif. Sementara pelatnas kita selama ini belum pernah mengakomodir pembinaan atlet usia dini. Di sinilah kami melihat atlet junior harus ada dan menjadi salah satu fokus kami," katanya. (BS03)