Beritsumut.com-SMAN 1 Sipispis meraih gelar juara 1 untuk kategori putra dan putri pada kejuaraan Arung Jeram yang dilaksanakan di Serdang Bedagai (Sergai), Sabtu (23/04/2016).Ketua Federasi Arung Jeram (FAJI) Sergai Drs Joni Walker Manik MM melaporkan Kejuaraan Rafting ini mempertandingkan 2 kategori lomba yaitu Head to Head (dua tim saling berlomba dalam waktu bersamaan) dan Slalom (ketangkasan memasuki gawang). Tim perlombaan arung jeram diikuti sebanyak 50 tim berjumlah total 296 orang yang berasal dari pelajar SMA/SMK se-Sergai.Kejuaraan yang berakhir hingga sore hari tersebut menghasilkan pemenang untuk kategori Putra yaitu, Juara I diraih oleh SMAN 1 Sipispis, diikuti oleh SMAN 1 Tanjung Beringin dan disusul oleh SMAN 1 Tebing Tinggi. Selanjutnya untuk kategori Putri, Juara I diraih oleh SMAN 1 Sipispis, kemudian SMAN 2 menempati posisi ke-2, dan posisi ke-3 diraih SMKN 1 Sipispis.Sebelumnya, pada pembukaan acara, Bupati Serdang Bedagai Soekirman, mengatakan, dalam upaya menumbuhkembangkan rasa cinta dan peduli terhadap air, sungai dan lingkungannya serta mencari bibit-bibit atlet dari generasi muda khususnya pelajar, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) memperkenalkan olah raga rafting (arung jeram) sebagai olah raga prestasi, rekreasi dan petualangan. Selain itu juga sebagai ajang promosi potensi olah raga arung jeram kepada para pihak luar, maka diselenggarakan Event Chalenge Rafting Senior High School 2016 atau Kejuaraan Rafting Pelajar Tingkat SMA/SMK se-Sergai Tahun 2016.Ditekankan Soekirman yang juga Ketua FAJI Sumut, untuk menjadi atlet arung jeram setiap orang harus memperhatikan dan mempedomani 4 (empat) hal. Hal yang pertama adalah orang tersebut harus sehat jasmani dan rohani, dan untuk menjaganya adalah dengan rajin berolah raga dan menjauhi narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Hal yang kedua adalah orang tersebut harus cinta lingkungan, karena sangat erat kaitannya antara arung jeram dan sungai, bahwa menjaga kelestarian hutan dan sungai adalah bentuk yang paling tepat.Selanjutnya, kata dia, faktor ketiga adalah Team Work (kerjasama tim) dan gotong royong, karena arung jeram tidak dapat dikerjakan sendirian, akan tetapi dibutuhkan kerjasama dan kekompakan untuk melewati tantangan dari jeram-jeram yang akan dilewati. "Yang terakhir faktor keempat adalah harus memiliki jiwa penolong, menilik bahwa setiap terjadi bencana alam seperi banjir, yang pertama kali memberikan bantuan kedaerah-daerah yang sulit dijangkau biasanya adalah atlet arung jeram," sebutnya.(BS01)