Dayung Sumut Tak Sesumbar Medali di PON Jabar

Redaksi - Kamis, 04 Februari 2016 23:18 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir022016/beritasumut_Dayung-Sumut-Tak-Sesumbar-Medali-di-PON-Jabar.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi.
Beritasumut.com - Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sumatera Utara (Sumut) belum berani menargetkan medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat. Hal itu dikarenakan sampai saat ini,  Pengprov PODSI Sumut belum melakukan rapat inti terkait persiapan atlet dan target di PON,  september mendatang.Pelatih Dayung PON Sumut Pujianto mengakui sampai detik ini, pelatih belum bisa menentukan kans medali di PON. Menurutnya rapat sudah secepatnya dilakukan agar persiapan mereka lebih matang. Selain itu, selama ini, PODSI Sumut belum mendapat bantuan fasilitas, serta dukungan  maksimal dari Komite Olahraga Nasional Indoneaia (KONI) Sumut.Prestasi atlet tidak terlepas dari ketersediaan peralatan latihan yang lengkap. Oleh karena itu, pihaknya butuh kejelasan dari KONI Sumut tentang peralatan yang disediakan bagi atlet jelang even 4 tahunan itu."Saya belum berani menargetkan medali. Saya sudah menargetkan medali lalu, tidak tercapai,  maka akan jadi beban bagi pemain," katanya di Medan, Kamis (4/2/2016).Terkait peralatan, ia mengatakatan atlet dayung Sumut sangat membutuhkan alat kano yang baru. Hingga saat ini, dua atlet dayung Sumut masih menggunakan kano yang lama. Kano yang lama  terasa lebih berat dari yang ada sekarang. Ia menjelaskan, perbedaan berat kano yang lama dan yang baru bisa mencapai lima hingga sepuluh kilogram.Dengan berat yang sangat jauh berbeda, maka dipastikan atlet akan kewalahan untuk mendayung. Oleh karena itu, dua atlet dayung Sumut butuh peralatan yang terbaru demi prestasi dan raihan medali di PON,  tahun ini."Jangankan lima kilogram, beda berat beberapa ons saja akan sangat mempengaruhi laju kano di air. Oleh karena itu, berat kano juga menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah tim," katanya.Walau dengan keterbatasan alat, tidak membuat semangat anak asuhnya menjadi patah arang. Ia tetap optimis bisa memberikan prestasi yang terbaik bagi Sumut, meskipun kondisinya terbatas.Pada PON 2016, cabor dayung Sumut diperkuat 2 atlet puteri yang bermain pada nomor cano. Mereka adalah Yumni Sari dan Nia Sulastri. Ia mengatakan sangat merasa yakin kedua atlet binaannya bisa meraih medali. (BS-030)


Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Persiapan PON, Kemajuan Atlet Kota Medan Terus Dipantau

Olahraga

KONI Medan Tingkatkan Kualitas Atlet PON

Olahraga

Diserobot Developer, PGSI Harapkan KPK Usut Lahan Padepokan Gulat

Olahraga

Plt Gubsu Harapkan Emas dari Gulat di PON

Olahraga

Pecatur Sumut Optimistis Sumbang Medali di PON Jabar

Olahraga

Semboyankan Sumut Paten Menuju PON Jabar