Beritasumut.com - Perkumpulan Renang Wahoo Medan melebihi target dan berada di peringkat 16 klasemen akhir pada Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI) XXXVII/2015, memperebutkan Piala Presiden yang berakhir 30 Desember di Kolam Renang Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Hasil ini membuat mereka masuk posisi 25 besar dari 171 perkumpulan yang ambil bagian pada Krapsi tahun ini.
"Hari pertama pelaksanaan, Wahoo Medan berada di peringkat 23. Hari ketiga naik ke peringkat 17 dan hari terakhir kami finish di posisi 16 besar. Meski kita bisa melebihi target di KRAPSI, tapi kita belum puas sepenuhnya. Apalagi kita baru tahun ini mengikuti KRAPSI, karena memang Wahoo juga baru saya bentuk," ucap pelatih Brian Howard, di Medan, Kamis (31/12/2015).
Meski di posisi 16 besar, namun para atlet Wahoo Medan tak mampu mempersembahkan satu medali pun. Tidak hanya itu, klub Wahoo juga tidak mampu meloloskan atletnya ke PON.
"Kita tidak memasang target sebesar itu. Apalagi, peserta tahun ini diikuti sekira 1.100 atlet dengan mempertandingkan 5.500 even. Tapi, ternyata kita berada di top 16. Saya rasa itu pencapaian yang cukup baik," jelas mantan atlet renang nasional gaya kupu-kupu ini.
Untuk KRAPSI selanjutnya, ia memiliki target perkumpulan Wahoo Medan mampu masuk peringkat 10 besar Se-Indonesia.
"Jujur, pada KRAPSI tahun ini kita masih ingin mencapai progres yang baik. Untuk tahun depan, kita targetkan masuk peringkat top ten sebagai perkumpulan berkualitas. Namun untuk mewujudkan itu semua, saya ingin pembinaan jangka panjang kepada mereka. Karena untuk menghasilkan atlet andal harus dimulai dengan pondasi yang baik dan kaut juga," harapnya.
Lebih lanjut, mantan atlet Jakarta ini menjelaskan, saingan pada KRAPSI 2015 masih didominasi oleh perenang asal Jawa dan Bali. Pada hari terakhir kejuaraan, klub renang yang berada di peringkat 5 teratas masih dikuasai oleh klub dari Jawa, seperti Petrokimia Gresik, Millenium Jakarta, Hiu Surabaya, Parisakti Jakarta dan Aquarius Bandung.
"Saingan ketat kita masih atlet Pulau Jawa. Apalagi, para peserta dari Jawa membawa atletnya lebih dari 10 orang. Apalagi juara Petrokimia Gresik membawa ratusan atlet. Tapi untuk Sumatera, kita masih di peringkat pertama," ucap Brian dengan bangga.
Pada KRAPSI 2015, Wahoo Club Medan berkekuatan sembilan atlet, yakni, Jeico Sibarani, M Al Asad, Muhammad Eko Saputra, Raja Khairil Yahya, Andi Fauzan Permatani, Daniel Christian Simbolon, Dinda Syafira Putri, dan Egia Anastasya.
Ia berharap, KRAPSI tahun ini dijadikan pelajaran sekaligus evaluasi, terutama bagi atlet yang akan berlaga di PON 2016 di Jawa Barat pada September mendatang.
Ditambahkan pelatih renang PON Sumut ini, bagi seluruh atlet yang lolos ke PON untuk terus meningkatkan porsi latihan, guna meraih hasil terbaik di even empat tahunan tersebut. (BS-030)