Zulfan Janji Desentralisasi Anggaran KONI Medan

Redaksi - Minggu, 27 Desember 2015 15:53 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir122015/beritasumut_Zulfan-Janji-Desentralisasi-Anggaran-KONI-Medan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Zulfan Efendi Nasution.

Beritasumut.com - Zulfan Efendi Nasution merupakan salah satu kandidat calon Ketua Umum KONI Medan yang ikut bertarung pada musyawarah pemilihan pimpinan induk organsiasi olahraga itu, 9 Januari 2016.

Salah satu program yang ditawarkannya kedepan jika kelak terpilih adalah, melakukan desentralisasi anggaran KONI Medan untuk dikelola langsung oleh masing-masing Pengurus Cabang (Pengcab) Olahraga.

"KONI itu sifatnya memantau dan mengawasi, yang punya atlet itu ya Pengcab. Namun saya melihat selama ini malah  pengcab yang mengalami kesulitan anggaran untuk membina atlet, sementara kita tahu anggaran KONI Medan itu cukup besar," tutur mantan atlet polo air internasional ini  kepada sejumlah wartawan di Medan, Ahad (27/12/2015).

Menurut Zulfan, ke depan sudah saatnya dilakukan perubahan terhadap sistem pembinaan olahraga sehingga Medan tidak lagi terus hanya mampu mengumbar semboyan "Menuju Kota Atlet".

Perubahan itu, kata dia dengan memberdayakan dan memberi kepercayaan penuh terhadap masing-masing Pengcab dalam hal mengelola anggarannya.

"Pengcab mengajukan anggaran per kegiatan kepada KONI, ya itu uang pembinaan langsung kita kucurkan untuk setahun. KONI sebagai induk organisasi tentu mengawasi dan minta laporan pertanggungjawaban kegiatannya," katanya.

Zulfan yang juga Ketua Pengcab Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Medan memaparkan bahwa kegiatan Pengcab dalam proses membina atlet itu sebenarnya sangat banyak.

Hanya saja, selalu terkendala persoalan anggaran.

"Ketiadaan anggaran juga akhirnya menyebabkan para atlet tidak memiliki jam terbang, padahal seharusnya Pengcab juga bisa menggelar kompetisi di internal untuk menguji kemampuan atlet," sebutnya.

Dia juga berjanji, jika kelak dipercaya memimpin induk organisasi cabang olahraga tersebut pihaknya akan mengedepankan sistem transparansi dalam mengelola anggaran untuk pembinaan olahraga.

"Medan benar-benar harus menjadi Kota Atlet, tidak lagi sebatas menuju menuju saja, sementara anggaran cukup besar terus mengucur setiap tahunnya," sebut dia.

Zulfan mengaku bertekad maju sebagai salah satu kandidat calon Ketua KONI Medan, atas dorongan berbagai pihak di lingkungan insan olahraga termasuk belasan Pengcab yang telah memberi dukungan.  

Unsur pengurus  KONI Medan kedepan, cetus Zulfan juga dituntut untuk mampu mendatangkan sponsor, bapak angkat serta menjeput CSR perusahaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan atlet berprestasi.

"Jadi tidak terus mengandalkan APBD saja," ujar pengusaha muda ini. (BS-030)


Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Persiapan PON, Kemajuan Atlet Kota Medan Terus Dipantau

Olahraga

KONI Medan Tingkatkan Kualitas Atlet PON

Olahraga

KONI Medan Apresiasi Peningkatan Jumlah Peserta Bulutangkis

Olahraga

Porwil Medan 2016 Dibagi Tiga Wilayah

Olahraga

Pengurus KONI Medan 2016-2020 Dilantik

Olahraga

Randiman Dukung Penuh Musorkot KONI Medan