Baca! Instruktur Senam Tidak Sekadar Pandai Goyang

Redaksi - Minggu, 20 Desember 2015 22:41 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir122015/beritasumut_Baca--Instruktur-Senam-Tidak-Sekadar-Pandai-Goyang.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Pengurus ASKI Sumut usai dilantik, Sabtu (19/12/2015).

Beritasumut.com - Asosiasi Senam Kebugaran Indonesia (ASKI) menginginkan instruktur senam di Indonesia semakin profesional dan tidak sekadar pandai bergoyang.

"Kalau sekarang ini saya lihat banyak instruktur senam, baru pandai beberapa gerakan sudah jadi instruktur. Modalnya cuma cantik dan bisa goyang tanpa memahami tehnik kebugaran yang sebenarnya," kata Ketua DPP ASKI Wiwid P Anggarawati Irawan, di Medan, Sabtu (19/12/2015).

Padahal, menurutnya instruktur senam harus punya tanggung jawab moral ketika mengajarkan gerakan kebugaran kepada member dan metode itu harus benar-benar dipelajari.

Wiwid menyampaikan hal itu dalam acara seminar nasional sosialisasi dan sertifikasi uji kompetensi instruktur senam untuk menghadapi persaingan MEA 2016, sekaligus pelantikan dan pengukuhan kepengurusan DPD ASKI Sumut Periode 2015-2018, di Hotel Emerald Garden, Medan.

Ke depan, sebut Wiwid perlu terus disosialisasikan agar instruktur senam di Indonesia, khususnya di bawah naungan ASKI harus uji kompetensi.

"Uji kompetensi ini sebenarnya untuk mengukur kemampuan diri sendiri. Karena ada juga instruktur yang merasa sudah level papan atas namun tidak merasa percaya diri saat diuji kompetensi," ujarnya.

Sementara Maya Tamara Nurelisa dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi Senam Indonesia (LSKSI) menyampaikan, isi uji kompetensi antara lain meningkatkan skill, pengetahuan, sikap, keterampilan dan profesionalitas.

"Para instruktur harus benar-benar paham dan menguasai kemampuan otot, anatomi dan cardiovaskuler, jadi tidak hanya sekedar melakukan variasi," ucapnya.

Menurutnya, dalam menghadapi era persaingan pasar bebas ASEAN (MEA) 2016, senam kebugaran juga ikut berkembang dan mengalami persaingan termasuk di negeri ini.

Dia berharap para instruktur senam di Indonesia tidak ikut tergerus dalam persaingan itu, seiring masuknya tenaga kebugaran dari negara-negara asing.

Untuk itu dia juga berharap ASKI bisa lebih kreatif dalam menciptakan teknik-teknik gerakan, agar senam Indonesia juga bisa jadi panutan dunia.

"Kita tahu Yoga, Zumba gerakan senam produk asing ini telah menjadi panutan dunia bahkan cukup populer di Indonesia. Kenapa kita selalu bangga menggunakan produk asing, padahal sebenarnya bisa ciptakan sanggar dan fitnes centre yang benar-benar Indonesia," tuturnya.

Sosialisasi uji kompetensi instruktur senam tersebut di Medan mendapat sambutan positif Ketua Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FORMI) Sumut M Joharis Lubis yang juga tampil sebagai pembicara dalam seminar.

Hal itu menurut dia juga merupakan bagian dari amanat Undang-Undang No 3 Tahun 2015 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

"Beberapa pasal dalam UU tersebut juga diharuskan untuk mampu menciptakan masyarakat olahraga Indonesia yang profesional," ucapnya.

Apalagi, tutur Joharis, olahraga saat ini mampu menjadi bisnis dan menciptakan lapangan kerja sehingga benar-benar dituntut profesionalitas.

"Saat ini masih banyak pelaku olahraga yang bahkan belum mampu membedakan antara olahraga kesehatan dan olahraga prestasi. Padahal intensitas, hitungan dan denyut nadi semua itu harus dipelajari," paparnya. 

Seminar juga diisi tanya jawab yang cukup mengundang antusias para instruktur yang hadir dari berbagai sanggar senam se-Sumut.

Lusi dari Sanggar senam Merak Jingga berharap para anggota ASKI bisa lebih profesional ke depan apabila punya keseragaman tarif.

"Jangan ada sanggar senam yang banting harga lagi," ujarnya.

Sementara Yadi dari Sanggar Senam Tanjungbalai meminta ASKI juga mengembangkan wadah hingga ke daerah.

"Sosialisasinya jangan hanya di Medan, di daerah juga cukup banyak mereka yang baru pandai bergerak saja sudah jadi instruktur senam bahkan dipanggil hingga ke instansi-instansi pemerintah," ucapnya.

Ketua DPP ASKI Wiwid P Anggarawati Irawan, pada kesempatan itu sekaligus melantik kepengurusan DPD ASKI Sumut masa bakti 2015-2018, diketuai Rosdiana, Sekretaris Yuni Delfiani Piliang dan Bendahara Nurainun.

Kegiatan yang menghadirkan 140 peserta instruktur dari Medan, Binjai, Deliserdang, Langkat dan Tanjungbalai itu juga dihadiri Ketua KONI Sumut diwakili Agung Sunarno. (BS-030)


Tag:

Berita Terkait

Olahraga

KPI Tegur Goyang Dribble Duo Serigala