Beritasumut.com - KONI serta Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan berkolaborasi memberi apresiasi kepada atlet Medan yang berprestasi di level nasional hingga internasional. Dana sekitar Rp690 juta dikucurkan sebagai uang tali asih bagi 249 atlet dan pelatih. KONI Medan menyerahkan dana tali asih kepada 103 atlet dan 39 pelatih. Lima di antaranya merupakan 5 pewushu yang baru sukses mengharumkan nama Indonesia di kejuaraan dunia, yakni Lindswell, Haris Horatius, Freddy, Juwita Niza Wazni dan Charles Sutanto. Satu atlet karate M Fahmi Sanusi (kelas -76) yang merebut medali emas di Kejuaraan Dunia WKF Junior. Selebihnya merupakan para atlet peraih medali di ajang Kejurnas/Pra PON.Sementara Dispora Medan menyerahkan penghargaan kepada 81 atlet pelajar dan 26 pelatih. Atlet yang meraih penghargaan diantaranya pereli muda Arji yang menjadi juara nasional.Pj Wali Kota Medan Randiman Tarigan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Bidang Kemasyarakatan Erwin Lubis menyampaikan, penghargaan ini merupakan wujud kepedulian Pemko Medan melalui KONI dan Dispora pada atlet berprestasi. Untuk itu, ia berharap para atlet terus berupaya meningkatkan prestasi."Jangan berpuas diri pada prestasi yang diraih saat ini. Perjalanan masih panjang. Terus giat dan tekun berlatih," tegas Pejabat Wali Kota Medan, di Medan Club, Sabtu (12/12/2015) malam.Plt Ketua KONI Medan Drs Eddy H Sibarani menegaskan, hingga saat ini sudah 138 atlet yang sudah lolos PON. Bahkan 102 diantaranya berhasil meraih medali emas, perak, perunggu di ajang Pra PON.Hal ini semakin menegaskan dominasi atlet Medan dalam kontingen Sumut di PON Jabar 2016 mendatang.Selain itu, Medan punya kekuatan dua cabor unggulan yakni karate dan wushu."Bukan cuma jumlahnya saja yang besar tapi atlet Medan harus membuktikan bahwa pada PON XIX, Sumut masih ada (berprestasi)," tegas Eddy pada acara yang dihadiri anggota Dewan Kehormatan KONI Medan Ijeck dan Afifuddin Lubis itu.Ketua Harian KONI Sumut John Ismadi Lubis mengakui, dominasi atlet Medan hingga 70 persen bagi Sumut tak terlepas dari kontiniutas anggaran dan program pembinaan."Apalagi anggaran KONI Medan sudah bisa mengalahkan anggaran KONI Sumut. Kita harapkan dengan kerja sama yang baik semoga medan bukan hanya kota atlet saja tapi kota atlet berprestasi," tegas John.Khusus wushu dan karate memang patut diapresiasi. Pada Kejuaraan Dunia, atlet wushu Medan menyumbang 6 medali emas dari 7 medali yang diraih Indonesia.Karateka junior juga mampu meraih emas di Kejuaraan Dunia tahun ini.Selain itu pada PON 2012, wushu menyumbang 9 medali emas dan karate 2 emas."Kita harapkan tahun depan wushu bisa dapat 10 emas dan karate 5 emas. Cabor lainnya satu satu emas saja. Itu sudah cukup mendongkrak peringkat Sumut di PON," tegas John.Hanya saja John mengeluhkan minimnya medali Sumut dari dua lumbung medali yakni atletik dan renang."Kalau kita tidak bisa mendominasi di dua nomor itu, akan sangat sulit untuk menjadi juara umum baik di ajang Porwil Sumatera maupun PON," tegasnya. (BS-030)