Beritasumut.com - Ternyata Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) se Sumatera 2015 di Bangka Belitung (Babel) yang berakhir Nopember lalu menyisakan aroma tak sedap. KONI Sumatera Utara (Sumut) dikatakan kurang memperhatikan atlet yang bertanding selama multieven itu. Bahkan pelatih biliar Sumut Khairudin Aritonang menyebut KONI Sumut hanya pandai cakap-cakap.
"Mereka cakap-cakap saja saat melihat atlet kami bertanding," ujar Khairuddin pada kegiatan pelatihan manajemen informasi keolahragaan yang diselenggarakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Medan, Selasa (8/12/2015).
Beda dengan KONI Medan. Menurut dia, pengurus KONI Medan datang langsung memberi motivasi berupa uang saku.
"Pemberian itu menambah motivasi atlet," ujarnya.
Meski begitu, Khairudin Aritonang mengakui pihaknya kesulitan dalam mencari atlet cabang olahraga pool.
"Kebanyakan mereka hanya bermain biliar sebagai hobi," katanya.
Khairudin mengatakan, adapun atlet yang saat ini sudah bergabung dalam POBSI justru lebih banyak masuk pada cabang English Biliard atau Carom. Bahkan, dikarenakan minimnya atlet dan klub biliar yang aktif saat ini.
Ditambah lagi dengan peraturan pemerintah yang seolah-olah "membunuh" bisnis biliar. Pasalnya, pemerintah mewajibkan untuk merazia rumah biliar pada bulan Ramadhan.
"Itu sebabnya dari 20 pengusaha rumah biliar, sekarang yang masih bertahan hanya tiga. Padahal biliar sejatinya tidak bisa dipisahkan dari sisi entertain, meskipun pada dasarnya biliar adalah cabang olahraga," tuturnya. (BS-030)